oleh

Latih 34 Operator Geber Penomoran Ijazah Mahasiswa

PALEMBANG – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan semua mahasiswa begitu tamat kuliah (wisuda) sudah memiliki Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Menyangkut hal tersebut Universitas PGRI Palembang terus melakukan upaya salah satunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi 34 operator dari seluruh Program Studi (Prodi) yang ada di kampus Jalan A Yani Lorong Gotong Royong Palembang.

Kepala Badan Penjamin Mutu Universitas PGRI Palembang, Dian Nuzulia Armariena, M.Pd mengatakan, pelatihan ini sudah menjadi program kerja rutin dari badan penjamin mutu Universitas PGRI Palembang.

“Sudah sering dilaksanakan, khusus kali ini diperuntukan bagi operator. Dengan harapan dapat meningkatan SDM agar para operator bisa lebih baik dalam menginput data mahasiswa sehingga bisa tetdata di Kemendikbud RI dan mendapatkan PIN secepatnya,”ujarnya, disela acara bertempat di aula Drs. H Aidil Fitrisyah, M.M. Ruang 406 Gedung Science & Business Center Universitas PGRI Palembang

Diakuinya, selama ini dalam penginputan data memang sering ada kendala baik dari sistem ataupun dari operator sendiri. “Berkaca dari hal tersebutlah, kita ingin mengupayakan hal sebaik-baiknya,”katanya lagi

Lebih jauh dijelaskan, untuk penomoran ijazah nasional harus dilakukan secara benar dan teliti serta harus benar-benar sinkron antara Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan ijazah SD hingga SMA para mahasiswa.

“Para operator harus menginput data ini dengan benar agar diterima di kemendikbud untuk mendapatkan PIN,”tegasnya.

Penginputan data dilakukan bagi semua mahasiswa aktif dan mahasiswa baru yang ada di Universitas PGRI Palembang. “Kita targetkan pada Oktober, sebelum wisuda mahasiswa yang lulus sudah punya PIN,”tegasnya lagi seraya mengataka, PIN ini nantinya akan terhubung dan sinkron di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

Sementara, Rektor Univeritas PGRI Palembang,  Dr H Bukman Lian, MM.MSi mengatakan, pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat proses penomoran ijazah nasional (PIN) ke Kemendikbud RI.

Dikatakan, saat ini ada 10 ribu mahasiswa yang aktif. Sementara, yang aktif setiap semester melapor registrasi sekitar 8 ribu. “Artinya ada sekitar 2 ribu yang kurang aktif,” jelasnya, seraya menegaskan, dengan pelatihan ini dapat segera mensinkronkan data mahasiswa.

“Seluruh fakultas diminta segera melakukan pendataan agar semua data mahasiswa bisa kredibel. Kalau sampai salah data atau salah input berdampak luar biasanya bagi orangnya,” jelas dia.

Karena sesuai arahan pemerintah harus sinkonron antara data mahasiswa dengan KK, KTP dan ijazah sekolah. Jadi setelah ini berjalan mahasiswa alumni tak perlu repot bawa ijazah kalau ingat PIN bisa buka dimanapun berada, bisa dicetak sehingga untuk kehilangan,  kerusakan tidak karena nomor PIN lah yang bisa,” ungkap dia.

PIN ini merupakan nomor ijazah yang dilakukan secara nasional atau seluruh Indonesia dan terdaftar di Kemendikbud. “Selama ini sudah terdaftar tapi nomor urut perguruan tinggi sekarang nomor urutnya secara nasional langsung mahasiswa dari kementrian,”terangnya lagi.

Nomor ini sebelum dikelurkan data mahasiswa terlebih dahulu harus tertib (singkron,red). Seperti nama, alamat di KTP, KK dan lainnya. “Sesuai kebijakan, jika ada mahasiswa yang datanya tidak singkron hingga nomor PIN dari pusat tidak keluar, maka kita akan tunda wisudanya, hingga nomor pin tersebut keluar,”tegasnya

Ia menegaskan, mahasiswa yang melakukan pengisian data harus benar-benar palid sesuai data dirinya hingga singkron dengan ijazah-ijazahnya baik SD, SMA, SMA. “Termasuk Nik KTP juga diperhatikan saat pengisian,”tandasnya.

Dalam kesempatan ini hadir, warek I dan II Dr. Yasir Arafat, S.E., M.M., Warek III Drs. Sukardi,M.Pd. dan para dekan dilingkungan Univeritas PGRI Palemabang, pelatihan ini juga ini Menghadirkan 2 Narasumber yakni Irsan Aras, M. kom dari LLDIKTI dimoderatori oleh Ferri Hidayat, M.Pd. dan Mutakin, M.Kom dimoderatori oleh Kabag Divisi IT. Univ. PGRI Palembang. (nni)

Komentar

Berita Lainnya