oleh

Lebih Berat dari Tuntutan JPU, 9 Terdakwa Vonis Mati

-Hukum-454 views

PALEMBANG – Mengejutkan. Dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan tuntutan seumur hidup, sembilan terdakwa kasus narkoba asal Surabaya malah divonis mati seluruhnya. Vonis mati itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang dalam sidang maraton selama enam jam, kemarin (7/2). Sidang dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB. Boleh dikatakan, ini rekor dalam persidangan kasus narkoba. Kesembilan terdakwa yang dihukum mati itu yakni M Nazwar Syamsu alias Letto alias Anggi alias Aditya alias Nazwar (25), Chandra Susanto (23), Trinil Sirna Prahara (21), Frandika Zulkifli (22), Faiz Rahmana Putra alias Son (23), Shabda Serdedian alias Dian (33), Ony Kurniawan (23), dan M Hasanuddin alias Hasan Bopak (38).

Sidang dan pembacaan vonis kesembilan terdakwa dilakukan terpisah. Yang pertama kali disidang yakni Letto. Sidangnya dipimpin majelis hakim yang diketuai Efrata SH dengan hakim anggota Ahmad Suhel dan Yunus Sesa. Satu hakim lagi yang ikut menyidangkan kasus komplotan ini, Achmad Syarifudin.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Atas perbuatannya terdakwa dijatuhi hukuman mati,” kata Efrata, hakim kelahiran 11 Juni 1968 ini saat membacakan vonisnya.

Putusan itu membuat Letto tertunduk lesu. Penasihat hukumnya, Arif Rahman dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera sedikit terkejut. Sebelumnya, JPU Rini Purnamawati hanya menuntut kliennya dengan tuntutan seumur hidup. “Banding yang mulia,” ujar Arif spontan.
Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim tidak sependapat dengan JPU dan pleidoi yang diajukan penasihat hukum terdakwa. Terdakwa Letto bersama kedelapan temannya dinilai sebagai sindikat dan mafia narkotika jaringan internasional yang dikomandoi Pak Kumis (DPO).
Komplotan ini jaringan tiga pulau dan empat lima provinsi. Di Sumatera yakni Sumsel. Di Jawa meliputi Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sedangkan di Kalimantan yakni Banjarmasin. Mereka juga punya hubungan dengan jaringan Malaysia.
Dari sisi barang bukti, jumlah narkotika yang disita dari Letto dan teman-temannya cukup banyak. Sebanyak 80 kg sabu-sabu dan 4.950 butir ekstasi. Dari jumlah itu hanya sebagian kecil yang dapat diselamatkan kepolisian. Di Bandara SMB II 3,05 kg sabu dan 4.950 ekstasi serta di Surabaya 5,8 kg sabu.(yun/ce2)

Komentar

Berita Lainnya