oleh

Lengkapi Fasilitas Pelabuhan TAA

-Video-358 views

PALEMBANG – Fasilitas pelabuhan Tanjung Api-Api akan terus dilengkapi. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku operator pelabuhan bersama Dinas Perhubungan Sumsel terus menawarkan kepada perusahaan perkapalan dan ekspedisi untuk memanfaatkan pelabuhan tersebut. Termasuk juga melengkapi fasilitas seperti crane, gudang barang dan berbagai fasilitas pelabuhan lainnya.

Kepala Kantor KSOP Wilayah Palembang, Mugen melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Suharto mengatakan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan TAA saat ini sudah bisa dilakukan. Walaupun intensitasnya masih sedikit. Sebab, baru tiga perusahaan yang memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk melakukan pengangkutan barang. Kondisinya belum seramai Pelabuhan Boom Baru yang sudah dimanfaatkan sekitar 80 perusahaan perkapalan.

“Baru tiga perusahaan yang aktif. Sebab, kapasitas kedalaman dermaga masih terbatas untuk jenis LCT (Landing craft) dan tongkang. Sementara untuk kargo belum bisa bersandar dan masih ke Boom Baru,” ujar Suharto saat dibincangi, kemarin (1/3).

Suharto menambahkan dermaga pelabuhan TAA memiliki panjang sekitar 50 meter dengan kedalaman air tertinggi mencapai 5,5 meter. Draft kapal yang bisa bersandar baru sekitar 4 meter. “Dalam posisi surut, kedalaman dermaga mencapai 2-3 meter. Tapi ini masih bisa dimanfaatkan untuk beberapa jenis kapal saja. Kalau jenis tongkang masih bisa,” bebernya.

Untuk jenis barang yang bisa dibongkar muat beragam. Seperti curah, curah cair, CPO, BBM dan semen. “Kalau untuk kargo belum bisa. Sebab, belum disiapkan crane,” terangnya.

Meski begitu, diopersikannya Pelabuhan tersebut akan mengurangi aktifitas di Pelabuhan Boom Baru. Begitupun, aktifitas truk pengangkut yang masuk dan keluar di pelabuhan tersebut. “Jadi kami arahkan perusahaan perkapalan terutama yang memiliki kapal 1000 DWT untuk ke Pelabuhan TAA,” ungkapnya.

Terkait fasilitas pelabuhan yang belum dibangun, Suharto menyebutkan jika akan dilengkapi sembari beroperasi. “Nantinya bisa ditawarkan ke pihak ketiga. Apalagi aktifitas pelabuhan diproyeksikan akan terus meningkat,” terangnya.

KSOP, sambung Suharto hanya diberikan mandat sementara untuk mengelola pelabuhan. Nantinya, akan dibentuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang akan mengoperasikan pelabuhan. “Sebelum dibentuknya BUP, pengelolaan masih di kami,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus mengatakan sampai dengan saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam pengelolaan pelabuhan. Pelabuhan TAA diproyeksikan bisa akan mengurangi kepadatan lalu lintas baik di darat maupun di sungai yang selama ini terpusat di Pelabuhan Boom Baru. “Pelabuhan TAA nanti akan diresmikan secara langsung oleh Gubernur, 13 MAret nanti. Harapannya pelabuhan ini bisa memecah kepadatan lalu lintas yang terpusat di Boom Baru,” terangnya.(kos)

Komentar

Berita Lainnya