oleh

Lestarikan Budaya dan Selesaikan Masalah Sosial

MURATARA – Pemerintah Daerah dan lembaga adat Muratara, melakukan musyawarah perumusan peraturan adat, di wilayah kabupaten Muratara.
Musyarawah itu dilaksanakan Sabtu (15/2) sekitar pukul 15.000 WIB, di kediaman pribadi ketua lembaga adat Muratara, di desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Ketua lembaga adat Muratara H Nawawi menuturkan, selain merumuskan masalah peraturan adat di Muratara. Peraturan itu juga meliputi penetapan pakaian adat, sosial dan budaya Muratara yang akan dilestarikan.

“Kami bentuk tim untuk merumuskan apa yang diperlukan, berupa pakaian, rumah adat,   budaya adat, hukum adat dan lainnya. Kita akan merekomendasikan supaya menjadi peraturan adat yang diresmikan sehingga diakui secara menyeluruh oleh warga Muratara,” katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, fungsi lembaga adat selain melestarikan budaya asli Murtara yang berkembang, lembaga adat juga harus mampu menjadi pusat pengembangan SDM bagi masyarakat di Muratara.

“Kedepan wilayah Kabupaten Muratara akan terus berkembang. Jadi kebudayaan kita dan kearifan lokal yang ada harus tetap di jaga, “ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Murtara H Syarif Hidayat menegaskan Pemerintah sangat mendukung upaya yang dilaksanakan masyarakat adat di Murtara. Menurutnya, krbudayaan Muatara sangat kental dengan nilai luhur, dan sisi religius. Sehingga kondisi positif itu, harus tetap dipertahankan.

“Bentuk tim untuk merumuskan apa yg diperlukan. Membangun kebersamaan supaya adat kita di Muratara lebih kuat, di harapkan dengan adanya perhatian terhadap adat daerah masyarakat Muratara dapat bersatu,” katanya.

Dia juga berharap, Lembaga Adat di Muratara agar mampu ikut andil dalam menuntaskan masalah sosial melalui peraturan dan musyawarah adat. Sehingga tidak seluruh permasalahan masyarakat selalu dituntaskan dengan aparat penegak hukum.” jika ada masalah yang bisa diselesaikan dengan musyawarah dan adat itu lebih baik,” tututupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya