oleh

Lima Kejahatan Dilakukan Herry selama 2 Tahun

KAYUAGUNG – Tersangka Herry Khawani (44),  Dusun III blok C Desa Bina Tani Kecamatan Mesuji  Makmur akhirnya berakhir.  Setelah   sala satu korbannya bernama Lia Kurniasih (22) Dusun IV Desa Catur Tunggal  yang merupakan korban Human Trafficing melaporkannya ke Polres OKI,Selasa (21/1).

Kapolres  OKI, AKBP Donni Eka Syaputra mengatakan, tersangka dikenakan pasal berlapis terancam hukuman 44 tahun karena  melakukan  Penipuan,

Perdagangan  orang (human trafficking) kepemilikan  senpira,  persetubuhan anak dibawah umur dan pengamancaman. ” Pelaku ditangkap  di rumahnya Desa Bina Tani Kecamatan  Mesuji Makmur yiga hari lalu,” bebernya.

Menurut keterangan  korbn Lia,  kejadian ini terjadi pada  Desember 2015. Saat itu korban dipekerjakan tersangka  sebagai sekretaris  tersangka yang bekerja sebagai Debt collector di Koperasi Abadi Dalem  di Bina Karsa Kecamatan Makmur. Di Januari hingga Maret 2016 korban  diajak tersangka melaksanakan penagihan tunggakan pinjaman  di Koperasi RIAS di Lubuklinggau dalam kamar koperasi tersebut  korban kemidian dipaksa untuk  melakukan nhubungan badan.

Kemudian  April -Mei 2016 tersangka menyampaikan  kepada keluarga korban  untuk  dapat berkuliah  di Fakultas Kedokteran Unsri, karena tersangka mengaku  lulusan Fakitas Hunum Unsri dan orang tua korban percaya. Saat itu tersangka mengatakan  korban akan tinggal di Palembang dalam rangka kuliah, namun kenyataannya  korban diajak tersangka berkantor  dan tinggal bersama.

Atas bujuk rayu tersangka, korban berapa kali dimintai uang oleh tersangka dengan alasan untuk  kepentingan  kuliah. Tapi rupanya bkorban dipaksa mengerjakan berbagai pekerjaan hingga melayani tersngka berhububgan badan. ” Dalam waktu satu tahun (2017-2018) tersangka terdesak kebutuhan ekonomi  sehingga korban dipaksa untuk melayani laki-laki  lain. Kalau menolak korban dimarah,”imbuhnya.

Menurut pengakuan  tela korban,  ia sudah dipaksa  melayani lebih 10 lelaki dengan imbalan  uang dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta. ” Uang ini digunakan untuk  kebutuhan tersangka.

Lalu pada November 2019 korban mendapat kesempatan melarikan diri dan berhasil ditolong saksi Ana sehingga korban berhasil dijemput  orang tuanya Priyono.  Ia pun langsung  menceritakan  semua yang dialami  dan dalam kurun waktu korban tidak pernah sama sekali berkuliah di Fakultas  Hukum Unsri  sehingga ayah korban mengalami kerugian Rp364.500 juta.

Pelaku  juga melakukan  penipuan  terhadap Korban Priyono (64) tani Dudun IV Desa Catur Tunggal korban Leni Widiya (16) pelajar korban tindak pidana persetubuhan dibawah umur)  Simon Ngadomun (51) korban tindak pidana Pengancaman.

Tersangka  dikenakan Pasal 378 KUHP pidana penipuan, tindak pidana perdagangan orang  pasal 2 ayat (2) UU  No 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan  orang,  tindak pidana senjata api ilegal, tindak oidana persetubuhan  anak di bawah umur pasal 18 ayat 1 UU RI No 23 Tahun 2002 dan Tindak Pidana Pengancaman Pasal 335 KUHP Pidana.(uni)

Barang bukti yang diamankan  dua celana panjang training warna hitam list hijau merek Sport,  celana panjang lejing  celana ini dikapai saat korban melayani  satu laki-laki,  unit laptop, tiga unit motor, dua unit mobil,dua unit handpone, satu lrmbar keterangan pemeriksaan  Dr Indah Erlinawati MSi, sati lembar surat keterangan  kesepakatan pembekuan lemak, satu lembar lamaran pekerjaan atas nama Lia Kurniasih kepada Abdi Dalam Mandiri.(uni)

Komentar

Berita Lainnya