oleh

Lima Pertashop Solusi BBM Daerah Terpencil

MUARA ENIM – Solusi untuk memenuhi Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama di daerah terpencil atau jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) adalah dengan mendirikan Pertaminashop (Pertashop) bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Alhamdulilah, di wilayah Kabupaten Muara Enim sudah ada lima Pertashop bekerjasama dengam Bumdes,” kata.

Kadisperindag Muara Enim Syarfuddin didampingi Kabid Energi Dinas Perdagangan dan Energi Kabupaten Muara Enim, Edi Erson, Minggu (20/6).

Menurut Syarifuddin, bahwa Pertamina membuka peluang kerjasama kemitraan bisnis Pertashop kepada Pemerintahan Desa, Koperasi maupun UKM. Kerjasama bisnis Pertashop ini, yang akan berkerjasama menyiapkan lahan atau lokasi yang sesuai, dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum.

Selanjutnya akan dilakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya. Setelah itu, pengurusan administrasi perizinan ke Pemda dan kemudian mengajukan desain serta pembangunan. Tahap akhir dari proses ini adalah kontrak kerjasama dengan Pertamina.

Selama satu tahun masih dalam pembinaan PT Pertamina melalui mitra Pertamina sistimnya bagi hasil, setelah satu tahun tergantung kesepakatan kedua belah pihak apa tetap bagi hasil atau dikelola sendiri.

“Jadi, tidak semua desa bisa membangun, nanti pihak Pertamina yang survei apakah layak atau tidak layak dibangun Pertashop,” jelasnya.

Untuk di Kabupaten Muara Enim, lanjut Syarifuddin, sudah ada lima Pertashop yang telah dibangun dan sebagian telah beroperasi yakni di Desa Karang Agung – Kecamatan Lubai Ulu, Desa Sukadana – Kecamatan Sungai Rotan, Desa Tanjung Terang – Kecamatan Gunung Megang, Desa Sumber Rahayu – Kecamatan Rambang, dan Didesa Ujan Mas Kecamatan Ujan Mas.

Adapun jenis BBM yang dijual adalah Pertamax yang harganya sama dengan harga di SPBU. Sedangkan untuk di Semendo, tidak jadi dibagun karena keburu Covid-19 sehingga dana desanya di pangkas dan tidak bisa membangun untuk Pertashop. Namun meski tidak ada Pertashop, Pertamina berencana akan membangun SPBU dengan kapasitas kecil untuk masyarakat Semendo dan sekitarnya dengan menjual BBM seperti SPBU pada umumnya.

“Kapan dibangunnya kita belum tahu pasti. Namun mudah-mudahan secepatnya karena wilayah Semendo sudah layak dibangun sebuah SPBU karena selama ini mereka membeli dari SPBU di wilayah Tanjung Agung yang paling terdekat dan Kabupaten Lahat yang tentu harganya sedikit mahal ditingkat eceran,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Terang Aan Rediakmal, merasa senang dengan kehadiran lembaga penyalur Pertashop yang bekerjasama dengan Bumdes melalui dana desa. Selain membantu kebutuhan energi di desanya, menurutnya produk dari Pertashop lebih aman dan lebih terjamin kualitasnya.

“BBMnya jenis Pertamax, namun biar harganya lebih mahal dari Pertalite dan Premium, namun harganya sama dengan di SPBU dan kualitasnya terjamin dan warga lebih mudah mendapatkan BBM,” jelasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya