oleh

Listrik Mati Massal Rugikan Kegiatan Ekonomi Rp822,98 M

-Nasional-1 views

JAKARTA – Pemadaman listrik massal seharian yang terjadi di pulau Jawa dan DKI Jakarta menyebabkan kegiatan ekonomi menjadi lumpuh. Atas pemadaman itu diperkirakan dampak kerugian total mencapai ratusan miliar rupiah.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, berdasarkan hitunganya total pemadaman listrik pada Minggu (4/8), siang, kerugian diperkirakan sekitar Rp822,98 miliar.

Rinciannya sektor industri menanggung kerugian sebesar Rp107 milar, sektor pertambangan mengalami kerugian Rp114 miliar, dan jasa peusahaan mengalami kerugian Rp10 miliar.

“Masalah ini memang seharusnya bisa diantisipasi oleh PLN karena sebagai perusahaan besar ada langkah antisipasinya. PLN bukan hanya harus meminta maaf tapi harus ada kompensasi yang harus dibayarkan ke pengguna listrik terutama yang terdampak pemadaman kemarin,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (5/8).

Menurut Huda, walaupun ada konpensasi dari PLN naun tidak cukup membayar kerugian kegiatan ekonomi bagi pelanggan terutama para pelaku usaha.

Misalnya kerugian seperti yang dialami oleh Peternak asal Bogor yang juga Ketua PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara), Kadma.

“Tentu alami kerugian karena pasokan air harus menggunakan mesin air, ayam banyak yang mati, untuk ayam besar di kandang close house kami harus siapkan genset. Jelas ini biaya tambahan yang yang sangat tinggi yang harus dikeluarkan,” ujar dia Kadma kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (5/8).

Dia belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian yang diderita akibat pemadaman listrik seharian itu. Yang pasti kerugian tidak sedikit karena jumlah kematian ayam yang tidak sedikit dan harus mengeluarkan biaya bahan bakar untuk genset.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyesalkan terjadinya pemadalam listrik secara total yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan pulau Jawa. Dia menilai bahwa infrastruktur pembangkit PLN belum andal

“Oleh karena itu, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi, dan lainnya,” ujar Tulus dalam keterangan persnya, kemarin (5/8).

Lanjut dia, padamnya listrik yang terjadi massal itu bukan hanya merugikan konsumen residensial saja namun jua sektor pelaku usaha.

“Hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?,” kata Tulus.

Untuk itu, YLKI meminta managemen PT PLN untuk menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan pembangkit di Suralaya, dan lainnya.

“YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini,” tegas dia.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab, dalam keterangan persnya, PLN berjanji akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terkena dampak listrik padam.

Perusahaan pelat merah itu akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan.

Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani menyebutkan kompensasi yang akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment.

Serta sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (Non Adjustment). Penerapan ini akan diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya.

Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan membeli token berikutnya (prabayar). Saat ini PLN sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen.

“Kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” ujar Sripeni.

Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

Seperti diketahui, pemadaman listrik terjadi sejak pukul 11.45 pada Minggu, 4 Agustus 2019. Pemadaman yang terjadi melumpuhkan sebagian besar wilayah Jawa ini disebabkan terjadi gangguan saluran udara di Ungaran pada sirkuit 1 dan sirkuit 2.

Peristiwa pemadaman yang terjadi pada tahun 2019 ini tergolong sangat besar. Pemadaman pernah terjadi pada tahun 1997, yakni terjadi black-out Jawa-Bali. Lalu pemadaman juga pernah terjadi pada September 2018 di Grati area Paito akibat tegangan esktra tinggi.

(ds/din/fin)

Komentar

Berita Lainnya