oleh

Lokalisasi Esek – Esek Berkedok Warkop Digerebek

BANYUASIN – Lokalisasi esek – esek berkedok warung kopi  (warkop)  di pinggirJalan Lintas Timur (Jalintim),  Palembang – Betung tepatnya dekat SPBU Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, digrebek oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuasin, Kamis (21/11) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam pengrebekan itu,  diamankan TS pemilik usaha serta lima wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial di lokasi  kejadian.”Pengrebekan ini setelah kita dapatkan informasi dari warga,  yang resah dengan keberadaan tempat esek – esek berkedok warung kopi, “ujar Kasat Pol PP Pemadam Kebakaran Banyuasin Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Penegak Perda Abdul Aziz, kemarin.

Diakuinya dari informasi warga tersebut,  pihaknya segera menindaklanjuti dengan mengrebek lokasi itu pada Kamis siang. “Saat kita datangi bersama anggota,  didapatkan pemilik warung,  lima wanita penghibur, “tuturnya. Selain itu di lokasi, pihaknya mendapatkan bilik – bilik khusus yang diduga dipergunakan untuk praktek prostitusi yang disediakan pemilik usaha.

Pemilik usaha,  lima wanita penghibur sendiri kemudian diamankan dikantor satpol PP Kabupaten Banyuasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Serta membuat surat pernyataan, agar tidak mengulangi perbuatannya, “tuturnya. Untuk tempat usaha,  pihaknya lakukan penutupan dengan cara disegel. “Kita tutup,”imbuhnya.

Sebenarnya pihaknya telah beberapa kali mengrebek lokasi tersebut,  akan tetapi razia yang dilakukan pihaknya tidak mendapatkan bukti atau hasil.”Diduga bocor, “terangnya.

Diperkirakan tempat usaha itu telah beroperasional sekitar satu tahun lamanya,  dan pelanggan yang mendatangi lokasi itu kebanyakan supir truk dan pedatang.

Pemilik warung usaha itu terbukti melanggar perda nomor 33 tahun 2015 tentang penyalahgunaan tempat tertentu dan melanggar perda nomor 10 tahun 2009 tentang ketentraman dan ketertiban umum.”Sanksi berupa denda Rp 5 juta dan sanksi lainnnya,”bebernya.

Lebih lanjut,  Aziz menerangkan,  dari keterangan yang diperoleh pihaknya perempuan itu mendapatkan Rp 150 ribu-Rp 200 ribu sekali temani pelanggan.”Itu keterangan mereka, yang berasal dari Banyuasin dan luar Banyuasin”ungkapnya.

Pengrebekan yang dilakukan pihaknya ini untuk menciptakan Banyuasin religius sesuai visi dan misi Bupati Banyuasin H Askolani Jasi SH MH dan wakil Bupati Banyuasin H Slamet SH.”Kita akan terus razia dan grebek beberapa tempat lainnya, “pungkasnya. (qda)

Komentar

Berita Lainnya