oleh

Lokasi Longsor Lebih Dekat ke Kabupaten Way Kanan Lampung

-Video-538 views

MUARADUA- Bencana longsor yang menimbulkan korban jiwa di dusun 10, desa Sidorahyu,  Kecamatan Bauy Pemaca Kabupaten OKU Selatan, Jumat dini hari  (15/2)  sempat menyulitkan tim Searc  and Rescue (SAR) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek, Kecamatan dan Warga Desa dalam melakukan pencarian.

Letaknya yang berada di lereng perbukitan dan berada di perbatasan OKU Selatan dengan Kabupaten Way Kanan Lampung, setidaknya membutuhkan waktu 3 jam perjalanan untuk sampai di lokasi dengan berjalan kaki dari desa Sidorahayu. Kondisi ini membuat peroses pencarian korban tetimbun memakan waktu panjang sejak dinyatakan hilang tertimpa longsor Jumat dini hari.

Tim SAR dibantu warga yang melakukan pencarian sejak pagi hari sekitar pukul 08:00WIB baru berhasil menemukan kedua korban Bambang (30) kepala Keluarga dan keponakannya Erlan   (4)  pada sore hari sekitar pukul 15:30 WIB. Itupun proses pencarian oleh tim dibantu wargaitu dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul dan skop.

Karena lokasi longsor lebih dekat ke Desa Lebak Paniangan Kecamatan Rebang  Tangkas Way Kanan Lampung,  kedua korban langsung di evakuasi ke desa tersebut untuk dipulangkan ke keluarganya di Mesuji.

Menurut Camat Buay Pemaca yang ikut turun melakukan pencarian bersama  Kapolsek Buay Pemaca dan Kapal Pelaksana BPBD menuturkan,  lokasi longsor cukup jauh dan hanya bisa dijangku dengan kendaraan trail serta  berjalalan kaki menelusuri jalan setapak. Lokasi longsor berada diperkebunan kopi milik korban tepatnya di dusun 10 Desa Sidorahayu.

 “Dari identitas korban memang bukan warga OKU Selatan, namun tempat kejadian longsor berada di wilayah OKU Selatan. Mereka hanya berusaha berkebun di desa Sidorahayu,”ujar camat.

Dikatakannya, jika tempat yang ditinggali korban bersama istri dan keponakannya yang ikut meninggal tertimpa longsor itu berupa pondok di kebun. “Memang mereka selain berusaha juga pondok di kebun itu dijadikan tempat tinggal,”ujar camat.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Selatan Donny Agusta SKM menuturkan desa Sidorahayu memang masuk daerah rawan longsor mengingat kemiringan bukit mencapai 80 drajat, dengan kondisi hutan yang sudah berubah menjadi lahan pekerbunan, sangat  berpotensi menimbulkan longsor.

“Itulah yang terjadi di dusun 10 karena selain kontur geografis daerah itu dengan kemiringan cukup berpotensi menimbulkan longsor ketika hujan turun,”uajrnya

Doni mengaku medan yang cukup sulit sempat menyulitkan pihaknya bersama warga pemeirntah kecamatan dan kepolisian melakukan pencarian. “lokasi luarbiasa sulit untuk dijangku, makanya sempat menyulitkan pencarian,”kata Donny.

Bencana longsor yang terjadi di desa Sidorahayu, disebabkan  curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah itu kamis malam. Tidak hanya longsor banjir juga menyapu sejumlah jembatan penghubung di lokasi pekerbunan warga itu. “Selain lonsgor banyak juga jembatan hanyut, makin menyulitkan evakuasi,”uajrnya.

“Namun berkat kerjasama tim TRC, kecamatan, Kpolisian dan warga, korban kahirnya ditemukan meski dalam kondisi sudah meninggal akibat tertimpa longsor,”tambah Donny.

Ia menambahkan bencana longsor dan bajir tidak hanya terjadi di Sidorahayu, longsor dan banjir juga terjadi dibagian hulunya yakni  di kawasan  Hutan Suaka Marga Satwa belok 7 Desa Mekar Sari Gununung Raya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan. juga longsor terjadi di Kelurahan Kisau Kecamatan Muaradua.

“Memang tidak ada korban jiwa namun longsor banyak merusak perkebunan warga khususnya di wilayah desa Mekar Sari,”kata Donny.

Untuk kerugian lanjut Donny pihaknya belum bisa memperkirakan dampak bencana, karena masih menunggu laporan dari pemerintah desa di dua kecamatan. Baik kecamatan Buay Pemaca maupun kecamatan Warkuk Ranau Selatan.

“Kami terus menghimbau mengingat data yang dirilis BMKG curah hujan tinggi masih akan terjadi di sebagian wilayah OKU Selatan, hendaknya diwaspadai ancaman longsor dan banjir bandang. Terutama warga yang bermukim di bibir tebing dan daerah aliran sungai untuk selalu waspada akan datangnya bencana,”himbau Donny.  (dwa)

Komentar

Berita Lainnya