oleh

Lolos PON 2020, Pegolf Sumsel Justru Galau Tak Punya Lapangan

PALEMBANG – Cabor golf Sumsel, tengah gundah. Yah, meskipun baru saja sukses mengantarkan dua pegolf, di ajang Pra Kualifikasi menuju PON 2020 atas nama Agus Noval Syahputra dan Arfanza Aulia Faturahman.

Tetapi ternyata, para atlet ini juga sedang merasakan gelisah terkait arena latihan selama ini yakni lapangan golf Kenten yang akan diambil alih penuh PT. Pertamina.

Kondisi ini yang membuat sebagian atlet Sumsel was-was tidak dapat lagi menyalurkan hobinya. Ataupun bahkan berlatih dilapangan yang selama ini jadi tempat mereka ke berbagai event-event kejuaraan tingkat Nasional.

“Sempat kepikiran memang. Seandainya, lapangan golf ini, bakal dialah fungsi atau lainya. Kita, bingung akan cari tempat latihan dimana lagi?. Karena kalau untuk di Palembang kan, ini jadi satu-satunya lapangangan golf yang ada di Palembang,” terang Agus Noval dan Arfanza, Kamis (8/8).

Atlet yang sudah memastikan dua tiket ke PON Papua 2020 ini juga, hanya berharap nantinya ada keputusan dan kabar bagus. Sehingga para atlet ini, bisa tetap, berlatih dan mengasah diri, untuk persiapan PON, yang hanya persiapanya satu setengah tahun lagi.

“Kami atlet, ya hanya bisa berharap bisa terus berlatih disini. Karena disinilah kita bisa mengasah kemampuan,” ujarnya.

Kekhawatiran, yang dirasakan atlet ternyata juga dirasakan jajaran tim golf Sumsel, yang sedang kebut persiapan ke PON 2020. Tim Sumsel kebingungan, andai kedepan para atlet harus dipaksa berlatih dilapangan luar daerah.

“Kalau kita, binggungnya yang pasti mau latihan kemana kedepan. Kalaupun harus pindah ke lapangan lain, luar daerah. Tentu akan yang pasti akan memakan biaya, dan juga untuk atlet harus coba adaptasi ulang lapangan. Sementara jarak persiapan ke PON semakin pendek, latihan dikhawatirkan tidak maksimal,” tambah Taufiq Hidayat Amin Manajer Tim Prapon Golf Sumsel.

Sementara itu, Rozalie Djailani Wakil Ketua Pengprov PGI Sumsel,  saat ditanya mengenai masalah yang terjadi di lapangan golf Kenten antara PT Pertamina dan Pemkot Palembang, mengaku tidak mengetahui secara persis.

PGI Sumsel, hanya mengarapkan permasalahan akan selesai dengan baik. Melalui jalur hukum dan perundang undangan yang berlaku .” Berharap ada kebijakan terbaik agar lapangan golf Kenten tidak beralih fungsi kedepan,” tegasnya.

Dia bercerita, lapangan golf Kenten dibangun sejak zaman Belanda tahun 1928 atau sebelum kemerdekaan. Bisa disebut, kawasan ini jadi cagar budaya (Heritage,red) lapangan tertua di indonesia dan diregistrasi PB PGI No.001.

Lapangan Golf Kenten, terletak di tengah-tengah kota Palembang, juga jadi taman kota (paru-paru kota) berfungsi juga sebagai resapan air. Tempat rekreasi dan sebagai area olahraga dan pembinaan atlet-atlet golf Sumsel.

“PGI Sumsel sudah beberapa kali mengadakan event kejuaraan disini. Seperti Indonesia Open, Perpesi,  Internasional event Asean PGA Tour yang berkaitan juga dengan pariwisata derah,” terangnya.

Pada tahun 2004 PON XIV, Lapangan golf Kenten dijadikan tempat pertandingan, yang sebelumnya diperbaiki agar memenuhi peryaratan. Terakhir, tahun 2011 jelang Sea Games, untuk menunjang fasilitas, direnovasi club house dan dibuatlah jalan golf car.

“Kami meyakini pihak PT. Pertamina, tidak akan berfikir untuk mengalihfungsikan area lapangan Kenten untuk kepentingan lain. Mungkin tuntutanya sebagai lembaga negara, harus mempertahankan aset yang difungsikan dan harus dipertanggung jawabkan keberadaanya oleh lembaga Pemeriksa. Tentunya atas biaya seperti, pajak bumi dan bangunan yang cukup besar,” bebernya.

“PGI Sumsel, mengharapkan permasalahan lapangan golf Kenten, dapat selesai dengan sebaiknya. Agar fasilitas yang sudah ada dilapangan, club house serta driving range, dapat dimanage dengan baik. Termasuk pemeliharaan, keamanan area, akan terorganisir secara profesional,” pungkasnya. (cj11)

Komentar

Berita Lainnya