oleh

Lomba Peradilan Semu Peradi Palembang Diikuti 5 Provinsi

-Hukum-882 views

DPC Peradi Palembang kembali menggelar Moot Court Competition atau lomba peradilan semu di Pengadilan Kelas I Palembang.

Ada delapan universitas dari lima provinsi di Pulau Sumatera yang ikut ambil bagian dalam lomba kali ini.

Lima provinsi, yakni Sumsel (3 universitas), Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.

“Dari sisi peserta memang mengalami penurunan dari tahun lalu, 11 universitas dari 4 provinsi, dan tahun ini ada 8 universitas, namun jumlah provinsi lebih banyak,” ungkap Hj Nurmala SH dibincangi di sela-sela kegiatan.

“Sumsel ada 3 universitas dan provinsi lain mengirim satu dan dua universitas saja,” jelasnya.

Masih kata Nurmala, dalam lomba peradilan semu ini mahasiswa akan menerapkan sistem peradilan yang sebenarnya.

Mulai proses pemberkasan di kepolisian, kejaksaan hingga persidangan di pengadilan.

Bahkan setiap tim dari universitas tadi ada yang berperan sebagai polisi, jaksa, hakim, panitera, terdakwa dan penasehat hukum.

“Bahkan ada yang berperan sebagai pengawal terdakwa,” jelasnya.

Dengan lomba ini diharapkan mahasiswa bisa menambah wawasan dan juga pengalaman bersidang sebenarnya.

“Mahasiswa  mampu mendalami setiap peran dengan sebaik-baiknya. Yang tidak kalah penting, mahasiswa bisa belajar bagaimana proses persidangan yang sebenarnya.

“Ketika mereka sudah mampu, maka tidak akan kaget lagi ketika nanti menjadi pengacara, jaksa ataupun hakim kelak,” cetusnya.

Ditambahkan Ketua panitia lomba, Anthoni Yuzar SH, peradilan semu ini bukan hanya tentang belajar semata, tapi juga bisa menambah wawasan dan juga pengetahuan tentang proses penegakan hukum.

Sudah seharusnya mahasiswa atau calon sarjana hukum mengikuti kegiatan ini. “Yang kita nilai, kredibilitas peserta, waktu dan juga pemberkasan dari tiap peserta,” ungkapnya. 

Untuk tema dan perkara yang akan diangkat peserta bebas. “Karena yang terpenting itu proses hukum beracaranya”, katanya.

Nantinya setiap peserta akan diberi waktu 55-65 menit. “Peserta harus menggunakan waktu seefisien mungkin. Bila kurang atau melebihi waktu, nilainya akan kita kurangi,”tegasnya.

Untuk pemilihan kasus diberi kebebasan berdurasi 55 hingga 65 menit yang tidak boleh kurang dan melebihi waktu yang ditentukan karena dapat mengurangi point pada penilaian.

Siska, salah satu peserta, merasa bangga dipilih universitas untuk menjadi wakil dalam lomba kali ini. Apalagi, dalam lomba ini juga diikuti  universitas lainnya di Kota Palembang juga provinsi lainnya.

“Tentunya ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menambah pengalaman dan pengetahuan terkait hukum beracara pidana di persidangan,” ujarnya. (afi)

 

Komentar

Berita Lainnya