oleh

Lonjakan Tagihan Air Bukan Karena Tembak Meteran, Tapi Digitalisasi Penghitungan

Sumeks.co – Tagihan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang mengalami lonjakan selama dua bulan terakhir. Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya angkat bicara soal ini.

Ada solusi yang ditawarkan pihaknya, pertama konsultasi pengecekan guna penyesuaian meteran bila terjadi pembengkakan biaya. Lalu kedua, bila pelanggan merasa keberatan akan diberikan solusi pembayaran secara dicicil maksimal lima kali.

“Juni kita sudah mulai pembacaan meter lagi. Tapi tagihan di Juli yang membengkak itu terhitung pada pemakaian bulan April dan Mei,” ujarnya.

Andi menjelaskan, bila selama April dan Mei terjadi lonjakan penggunaan air bersih sehingga pada Juli ini mengalami kenaikan tagihan.

Berdasarkan data, untuk pelanggan 2a (rumah tangga sederhana) dengan jumlah pelanggan 102.987 kubikasi 2.547.246 pada bulan April. Kemudian, di bulan Mei jumlah pelanggan 103.035 kubikasi 2.543.156. Pada Juni, jumlah pelanggan 103.091 Kubikasi 2.578. 424.

Sementara untuk pelanggan 2b (rumah tangga) pada April jumlah pelanggan 144.963 kubikasi 3.933.852. Bulan Mei 145.455 kubikasi 3.924.772. Pada Juni jumlah pelanggan 146.078 kubikasi 3.968.833

Andi menegaskan, pihaknya tidak ingin membuat pelanggan dirugikan atau dibebankan. Apalagi sampai terkesan asal tembak meteran. Sebab, sudah dilakukan digitalisasi penghitungan meteran.

“Selama pandemi dua bulan lalu kita tidak baca meteran untuk meminimalisir petugas kita terpapar covid. Sebab, satu petugas pembaca meteran itu minimal mengecek 3.000 rumah. Untuk solusi bisa datang ke unit pelayanan terdekat”ujarnya. (aja/ril)

Komentar

Berita Lainnya