oleh

LP Ma’arif NU Mau Masuk POP Kemendikbud, Ada Syaratnya

SUMEKS.CO-  Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya agak melunak.  Menurut Ketuanya, Junaidi Arifin mengatakan bahwa pihaknya akan bergabung dalam Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Namun, ada satu syarat, yakni penyelenggaraan POP harus ditunda hingga tahun depan. Pasalnya, kata dia, dengan program yang belum matang ini, Kemendikbud harus melakukan evaluasi dengan teliti terhadap program tersebut.

“LP Ma‘arif NU meminta kepada Kemendikbud untuk mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan. LP Ma’arif NU mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP,” ujarnya.

Akan tetapi, jika pihak Kemendikbud tetap bersikeras untuk melaksanakan POP, maka LP Ma’arif NU akan mengambil keputusan untuk mundur secara permanen dari program yang menjadi polemik tersebut. “Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini make LP Ma’arif NU menyatakan tidak bergabung dalam POP Kemendikbud,” ujar dia.

Meskipun tidak bergabung dalam POP, lembaga yang fokus pada pendidikan, bahkan sebelum kemerdekaan ini akan terus meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Kembali ia menegaskan, yaitu untuk tidak menghitung lembaganya dalam POP.

“Tahun Ini LP Ma’arif NU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta Inovasi pendidikan secara mandiri. Karena dilaksanakan secara mandiri, maka LP Ma‘arif NU minta kepada Kemendikbud untuk tidak mencatumkan LP Ma‘arif NU PBNU dalam daftar penerima POP tahun ini,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya