oleh

luapan Musi, Ribuan Warga Muratara Terkepung Banjir

MURATARA – Ribuan jiwa warga di Desa Pauh dan Teranslok Pauh, di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, terkepung banjir. Setidaknya, 1 unit Jembatan terancam putus, 2 unit SD Terendam, 2 unit SMP Terendam, 2 Unit Postu Terendam dan akses permukiman warga ikut terpendam.

Kamis (13/2) sekitar pukul 12.30 WIB, warga mengaku masih takut banjir susulan akibat luapan sungai musi yang diprediksi bisa memperparah kondisi banjir di wilayah Muratara. Suwarno warga Pauh menuturkan, saat ini aktivitas masyarakat di desa mereka lumouh akjbat sudah tiga hari terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 40 Cm. Selain merendam ratusan permukiman warga, banjir kali ini juga mengancam kondisi jembatan Pauh dan Translok nyaris putus karena diterjang arus luapan sungai.

“Banjir kito ini banjir kiriman dari Lakitan Muara kelingi. sungai musi sekarang lagi meluap jadi air dari sungai rawas idak biso masuk. Airnya mundur ke sungai rawas merendam permukiman,” katanya, kemarin. Dia juga mengatakan, kondisi aktivitas masyarakat saat inj sangat terbatas arena banjir juga merendam jalab poros di desa mereka.

Rata rata warga hanya berdiam diri di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas seperti berkebun atau kegiatan di luar rumah. “Sekarang dirumah itulah, nunggui banjir surut. Hai ini sudah mulai surut tapi masih dalam sebatas betis orang dewasa,” ujarnya.

Dia mengaku, saat ini sudah mulai banyak warga yang mengalami gejala kesehatan seperti batuk filek, dan demam, dan gatal gatal. Pasalnya, kondisi banjir akibat luapan sungai musi ini membawa genanan bercampur lumpur.

“Yang parah jembatan di desa kita terancam putus soalnyo keseret arus. Ado jugo sekolah samo Pustu yang ikut kerendam,” bebernya. Sementara itu, Kepala Desa Pauh Juherman saat dikonfirmasi membenarkan jika kondisi banjir di wilayah mereka mengalami becana kebanjiran. Namun pihaknya mengkonfirmasi jika kondisi itu terjadi di Desa Pauh I dan translok.

“Tapi sekarang banjirnya sudah mulai surut, ada jembatan memang terancam putus itu karena terseret arus,” bebernya. Mengenai warga yang terdampak penyakit, dia mengaku belum mendapatkan laporan mengenai itu. “kalau soal penyakit belum kita temukan nanti akan di kabari lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Petugas Operator Pusdalops-PB BPBD Muratara Rahmat menuturkan, dari informasi yang mereka dapatkan setidaknya ada 546 Rumah, 763 kk dan 2298 Jiwa yang terdampar bencana banjir di dua desa Yakni Pauh dan Translok, Rawas Ilir.

“Penyebabnya sungai Musi meluap dan airnya kembali kesungai rawas. Kita mencatat ada Jalan poros desa, kebun dan lahan pertanian penduduk. 1 unit Jembatan terancam putus. 2 unit SD terendam, 2 unit SMP terendam dan 2 Unit Postu Terendam,” tegasnya.

Pihaknya mmeprediksi potensi banjir bisa kembali meningkat, seiring meningkatnya debit dari aliran sungai Musi dan curah hujan di wilayah Muratara.” kami juga mrndapat informasi, jika sudah mulai banyak warga yang terjangkit penyakit,” turupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya