oleh

Luar Biasa… Satu Tersangka Asabri Miliki 2.323 Bidang Tanah

SUMEKS.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung tidak mau ambil pusing terhadap pengembangan kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri.

Jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana (Jampidum) Kejagung menyita dan memblokir aset-aset tanah milik tujuh dari sembilan tersangka korupsi dan pencucian uang PT Asabri yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, pemblokiran ini bagian dari upaya penyelamatan kerugian keuangan negara. “Upaya pemblokiran aset tanah persil milik dan atau yang terkait dengan para tersangka adalah upaya penelusuran aset serta dalam rangka penyelamatan kerugian keuangan negara yang muncul akibat perbuatan tindak pidana korupsi,” kata Leonard dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (6/3).

Berdasarkan data yang disampaikan Leonard, total aset tanah tersangka korupsi Asabri yang disita berupa sertifikat hak milik (SHM) maupun sertifikat hak guna bangunan (HGB) sebanyak 2.323 bidang/persil. Ribuan aset tanah itu disita dari tujuh tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Ketujuh tersangka itu yakni Sonny Widjaja (SW), Bachtiar Effendi (BE), Hari Setiono (HS), Ilham W Siregar (IWS), Lukman Purnomosidi (LP), Benny Tjokrosaputro (BTS), dan Adam Rachmat Damiri (ARD).

“Beberapa aset tanah persil yang disita sudah diajukan permohonan pemblokiran ke Kantor Badan Pertanahan Nasional kabupaten/kota setempat,” kata Leonard. Pihaknya menyebut jumlah aset tanah terbanyak yang diblokir oleh penyidik adalah milik tersangka Benny Tjokrosaputro sebanyak 2.223 bidang yang tersebar di 3 kabupaten.

Berikutnya aset tanah milik tersangka Sonny Widjaja ada 18 bidang yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Kemudian aset milik tersangka Lukman Purnomosidi di delapan kabupaten/kota yang diblokir totalnya 54 bidang dalam bentuk SHM dan HGB. Aset dari tersangka Adam Rachmat Damiri yang diblokir di lima kabupaten/kota sebanyak 13 bidang tanah dalam bentuk SHM dan HGB. Aset tersangka Ilham W Siregar yang diblokir berada di tiga kabupaten/kota berjumlah 12 bidang/pensil.

Selanjutnya aset milik tersangka Heri Setiono, berada di Kota Depok sebanyak 1 bidang/persil berupa SHM. Terakhir, aset milik tersangka Bachtiar Effendi yang diblokir berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 2 bidang/persil berupa SHM. Sehari sebelumnya, Jampidsus Kejagung melakukan penggeledahan ke sejumlah tempat dan perusahaan milik para tersangka dan melakukan penyegelan serta penyitaan. Diketahui, kasus dugaan korupsi Asabri ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.(antara/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya