oleh

Lukai Dua Polisi dan Mencoba Kabur, Bandar Narkoba Ditembak

-Hukum-511 views

Dua Hari Kritis Akhirnya Meninggal Dunia

Palembang – Tim gabungan Satres Narkoba Polres Muara Enim, Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak berhasil membekuk seorang yang diduga menjadi bandar kelas kakap narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) dan pil ekstasi.

Petugas melumpuhkan tersangka setelah melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan pisau dan mendorong hingga mengalami patah tulang tangan. Sempat kritis setelah dirawat selama dua hari, akhirnya tersangka meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kamis (29/8) pagi.
Terangkanya Rusman (34), warga Dusun II, Desa Perambatan, Kecamatan Penukal Abab, Kabupaten Pali, diringkus petugas Selasa (27/8) sekitar pukul 16.00 WIB, berdasarkan LP/A/148/VIII/2019/Sumsel/Res.Muara Enim tertanggal Tgl 27 Agustus 2019.

Polisi sebelumnya melakukan undercover buy dengan tersangka di Jl lintas Desa Modong dan Desa Alay, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Selasa (27/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Tersangka salah satu bandar besar yang dibuntuti setelah petugas menerima informasi dari warga akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di Desa Payakabal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, namun transaksi dibatalkan oleh tersangka,” kata Kapolsek Gelumbang AKP Dwi Satya, ditemui di ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kamis (29/8) sore.

Menurut Dwi, tersangka sempat mengubah tempat transaksi ke perbatasan Desa Alay, Kecamatan Lembak dan Modong, Kecamatan Sungai Rotan, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat akan melakukan bertransaksi itulah petugas gabungan langsung menyergap dan mengamankan barang bukti satu paket SS seberat 25,68 gram dan 61 butir pil ekstasi merk Gold.

Tersangka melakukan perlawanan dan melukai petugas menggunakan pisau dan sempat bergumul lalu terus berusaha kabur. Petugas langsung memberikan tembakan peringatan. “Tetapi tersangka sempat mencoba kabur dengan mendorong petugas hingga terjatuh dan mengalami patah tangan. Kita mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan tersangka,” ungkap Dwi.

Setelah tertembak, petugas membawa tersangka ke Puskesmas lembak dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara. “Termasuk dua anggota kita yang mengalami luka dan patah tangan akibat perlawanan tersangka,” kata Dwi. Anggota yang megalami patah tangan yakni Bripda Erwin Aldiansyah dan Bripda Andre Noval yang mengalami luka akibat pisau dan luka memar di seluruh tubuh.

Sempat dirawat selama dua hari, tersangka sempat kritis dan Kamis (29/8) pagi menghembuskan nafas terakhir. “Malah sempat dapat info, kalau tersangka mencoba mengakhiri hidupnya dengan melilitkan selang infus ke leher dan mencabut jarum infus. Saat ini barang bukti narkoba dan sajam yang digunakan tersangka untuk menyerang petugas sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” tukas mantan Wakasat Reskrim Polresta Palembang ini.

Sementara itu, Leni Marlina (32), istri Rusman yang datang ke RS Bhayangkara terus menangis tersedu bersama tiga orang anaknya. Leni datang bersama keluarga besarnya dari Kabupaten Pali.

“Ujinyo ditembak polisi karena suami aku melawan pakai pisau. Sudah duo hari dirawat tapi idak ado kabar. Sempat dapat kabar dari Pak Kades. Tadi pagi (Kamis, 29/8) mintak tanda tangan persetujuan untuk operasi, tapi belum operasi suami aku lah meninggal,” ungkap Leni.

Usai dilakukan visum luar, jenazah Rusman langsung dibawa ke rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di TPU keluarga. “Iyo rencananyo nak dimakamkan di deket rumah tulah. Yang jelas kami meminta keterangan dari pihak polisi biar keluarga bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya,” ujar salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya