oleh

Lulus Sespimmen Polri, Ini Kasus Besar yang Pernah Diungkap Kompol Suryadi

SUMEKS.CO – PS Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi SIK, MH lulus Sekolah Staff dam Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri 2021. Sespimmen Polri sendiri merupakan sekolah yang “diburu” personil polisi berpangkat perwira menengah Kompol.

Banyak kasus-kasus besar yang berhasil diungkap oleh Kompol Suryadi yang merupakan atasan Heri Jaya Kusuma atau yang biasa disapa Katim Heri Gondrong ini selama menjabat sebagai Kasubdit Jatanras Polda Sumsel.

Salah satu kasur besar yakni kasus perampokan emas di Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Lalu kasus perampokan truk susu sebanyak 6.000 dus dengan total kerugian korban sebesar Rp400 juta dan perampokan driver online.

Tak hanya kasus perampokan, sejumlah kasus pembunuhan misterius juga berhasil diungkap oleh Kompol Suryadi dan anggotanya. Seperti kasus pembunuhan di Kelurahan 1 Ilir yang dilakukan oleh tiga orang pelaku di Mushala yang dilatarbelakangi permasalahan utang narkoba korban.

Dengan ungkap kasus-kasus besar ini, Suryadi beberapa kali diganjar penghargaan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri S, MM hingga dirinya mendapatkan golden ticket untuk mengikuti Dik Sespimmen Polri oleh Kapolri.

“Anggota-anggota Jatanras Polda Sumsel ini hebat dan berdedikasi tinggi. Kesungguhan anggota dalam pengungkapan sebuah kasus, itu sangat membantu atasan,” ungkap Suryadi pada acara pelepasannya yang digelar di kolam Pakri Palembang belum lama ini.

Pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah pada 24 November 1979 lalu ini,  mengikuti Akademi Polisi (Akpol) pada tahun 1999 hingga 2002. Setelah lulus,  Suryadi langsung berdinas di Polda Jawa Timur. Barulah di tahun 2010 hingga saat ini dirinya ditugaskan di Polda Sumatera Selatan.

Sejumlah jabatan beberapa kali dipegang oleh Suryadi. Seperti Panit Sat Pidum Ditreskrimum Polda Sumsel, Kapolsek Talang Ubi Pendopo Polres Muara Enim, Kanit Reskirm Polres Musi Rawas, Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kanit Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Wakapolres Lubuk Linggau, Wakapolres OKU, Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel dan Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel.

“Sempat ingin jadi Tentara karena di tanah kelahiran saya itu satu kampung Tentara semua, makanya kepengen jadi tentara,” kata Suryadi.

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar sama-sama untuk memutus mata rantai kejahatan konvensional yakni Curat, Curas dan Curanmor yang terus terjadi saat ini.

“Kejahatan itu ada karena pelaku yang mempunyai niat dan kesempatan dari calon korban yang memberikan kesempatan,” tukasya.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya