oleh

Lulusan Pertama Poltekpar : Targetkan Diserap 100 Persen oleh Dunia Kerja

-Edukasi-757 views

PALEMBANG – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menargetkan lulusan pertamanya bisa terserap 100 persen di dunia kerja. Terutama di perusahaan yang bergerak di sektor patiwisata.

Direktur Poltekpar Palembang Dr Zulkifli Harahap MM Par CHE mengatakan institusi perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk meluluskan mahasiswanya tepat waktu. Disamping itu, tugas lainnya yakni memfasilitasi lulusan agar bisa langsung diterima di dunia kerja. Poltekpar sendiri telah menyusun berbagai langkah untuk mencetak lapangan kerja bagi lulusan.

“Salah satunya bekerjasama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di sektor pariwisata yang terampil dan teruji. Kami juga menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki business incubator,” kata Zulkifli usai menghadiri Yudisium dan Penutupan Sidang Program Diploma III Poltekpar Palembang Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung Poltekpar Palembang, Rabu (7/8).

Zulkifli mengatakan pihaknya tahun ini akan mewisuda sebanyak 131 mahasiswa dari seluruh jurusan di Poltekpar. Ini merupakan lulusan pertama perguruan tinggi yang berdiri sejak 2016 lalu. Dari 131 mahasiswa tersebut, ada 30 mahasiswa yang sudah masuk dalam business incubator di ITB. Nah, mereka diharapkan dapat menjadi pengusaha yang bisa mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia khususnya di Palembang.

“Usaha yang mereka usulkan beragam sesuai dengan keilmuan yang mereka miliki. Seperti Divisi Kamar itu ada yang membuat usaha laundry, Divisi Seni Kuliner usaha di bidang kuliner. Mereka dididik di ITB agar bisa menjalankan usaha yang mereka usulkan,” katanya.

Zulkifli menyebutkan pihaknya juga telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk menyerap lulusan. Ia membagi perusahaan tersebut di berdasarkan lokasinya. Di darat, Poltekpar menjalin kerjasama dengan perusahaan perhotelan, perbankan dan rumah sakit. Di udara, dua maskapai penerbangan besar yakni Garuda Indonesia dan Air Asia sudah menjalin kerjasama untuk memenuhi kebutuhan tenaga Chef On Board di pesawat tujuan luar negeri.

“Di laut, kami bekerjasama dengan salah satu perusahaan kapal pesiar yang berdomisili di Seattle Amerika Serikat, Holland America Line. Sebagian mahasiswa sudah banyak yang diterima bekerja di kapal pesiar tersebut,” bebernya.

Ia mengatakan sekitar 50 persen mahasiswa sudah dipastikan terserap di dunia kerja. Targetnya, saat wisuda pertengahan Agustus nanti, 100 persen mahasiswa dapat terserap bekerja di sektor pariwisata dan hospitallity.

“Ke depan kami juga ingin alumnus bisa kembali ke kampus untuk jadi tenaga pengajar. Kami akan memberikan beasiswa bagi alumni yang ingin menyambung pendidikan ke tingkat berikutnya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi mencapai 3.66 Dengan Pujian oleh Rika Carolina dari Program Studi (Prodi) Tata Hidang, 3.61 Dengan Pujian oleh Irsyadul Fikri dari Prodi Seni Kuliner dan IPK 3.45 oleh Sapta Anggara dari Prodi Divisi Kamar dengan Sangat Memuaskan.

“Mereka lulus menjadi mahasiswa pariwisata dengan titel Ahli Madya Pariwisata atau A.Md.Par. Selain Kota Palembang dan Sumsel yang bangga, para alumni ini sendiri bangga menjadi yang pertama,” sebutnya.

Beberapa kriteria kelulusan dibahas sebagai penentu. Dimulai dari locus, hingga hal menyeluruh tentang isi laporan akhir. Zulkifli berharap para calon wisudawan menjadi agen perubahan, dengan mewarnai pariwisata bukan hanya di daerah tapi skala global.

“Yang lebih penting adalah mereka bekerja di mana. Sisanya akan kita dorong pada Job Fair di 1st International Tourism and Hospitality Career Day (ITHCD) tanggal 14-15 Agustus nanti,” terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, segala upaya akan dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Semua dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang mumpuni, serta mampu meningkatkan kapasistas teknologi informasi dengan menyesuaikan Revolusi Industri 4.0 dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Semoga para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam yusisium dapat memberikan dampak yang posistif bagi dunia pariwisata Indonesia,” kata Giri Adnyani.

Lulusan ini sudah dibekali dengan kecerdasan spritual, intelektual, sosial dan emosional untuk mampu dimanfaatkan dalam dunia kerja dengan kompetensi yang sehat dan sportif. “Para mahasiswa dengan semangat telah berhasil melewati masa sulit dengan tantangan dan cobaan pada tugas akhir atau proyek akhir kuliah,” pungkasnya. (Kos)

Komentar

Berita Lainnya