oleh

Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja, Riko Tuntut Kompensasi

PRABUMULIH – Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa itulah yang menggambarkan nasib Riko. Warga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih itu mengalami kecelakaan saat sedang bekerja di PT Cipta Karya Baru (CKB) perusahaan kontraktor PT pertamina EP Asset 2 pertengahan Oktober 2019 lalu.

Akibat peristiwa tersebut, dia pun mengalami kelumpuhan lantaran terjatuh di lokasi kerja. Nahasnya lagi, pasca mengalami kecelakaan kerja tersebut dirinya kurang mendapatkan perhatian dari perusahaan tempatnya bekerja.

Kesal dengan apa yang dialaminya itu, Riko akhirnya mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Kota Prabumulih. “Aku ini mengalami kecelakaan begawe bulan 10 tahun 2019, nyampak dari dak house begawe dilokasi TMB 04,” ujar Riko dibincangi usai mengikuti rapat mediasi di DPRD Prabumulih, Rabu (20/1).

Setelah jatuh, dia mengaku belum mengalami kelumpuhan seperti sekarang. Namun, sebulan setelah kejadian dirinya mulai mengalami kelumpuhan dan tak kunjung mendapat bantuan dari perusahaan. “Sudah malek (bosan) menghubungi perusahaan, tapi dak katek (bantuan),” ucapnya sembari mengatakan dirinya menuntut apa yang menjadi haknya yaitu gaji sesuai dengan kontrak kerja dan kompensasi akibat kelumpuhan yang dideritanya tersebut.

Sementara, Asset 2 Legal dan Relation Manager Pertamina EP asset 2, Setyo Puji Hartono mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi persoalan tersebut kepada pihak PT CKB selaku pelaksana kontrak dengan PT Pertamina Asset 2. “Laporannhya nanti akan kita klarifikasi dulu,” ungkapnya.

Dikatakan Setyo, pihaknya akan menyelesaikan persoalan tersebut bersama dengan Dinas tenaga kerja (Disnaker). “Permasalahan ini baik disnaker maupun pertamina akan menyelesaikan,” tuturnya menegaskan segera memanggil pihak PT CKB.

Dalam kesempatan itu, Setyo menegaskan, pertamina selalu konsekuen terkait keamanan dilokasi kerja. “Visi misi kita itu sudah cukup jelas, lecet sekali saja tidak boleh. Pertamina konsekuen SOP untuk HSSE itu nomor satu,” tegasnya sembari mengatakan pihaknya tidak ingin gegabah dalam persoalan itu.

Sedangkan, Wakil Ketua I DPRD Prabumulih, Ahmad Palo SE menuturkan, pihaknya telah melakukan mediasi terkait persoalan itu. “Alhamdulillah disepakati apa yang menjadi tuntutan saudara Riko oleh pihak CKB dan pelaksanaan paling lambat februari,” ungkapnya.

Tuntutan yang dipenuhi itu sambung Palo yaitu, PT CKB akan membayar penuh gaji karyawannya tersebut tanpa ada potongan. “Yang kedua terkait klaim BPJS tenaga kerja, Insya Allah itu akan dipenuhi dan pihak pertamina asset 2 juga akan melakukan upaya yang sama dan tuntutan ke tiga yang dipenuhi terkait santunan biaya pengobatan,” tukasnya.(chy)

Komentar

Berita Lainnya