oleh

Lurah Terdakwa, Camat Jadi Saksi

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Lima saksi dari unsur pemerintahan Kabupaten Lahat, dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penyelewengan dana kelurahan tahun 2019, yang menjerat oknum mantan Lurah Pasar bernama Edy Sahrun SE.

Kelimanya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lahat Anjasra Karya SH langsung di hadapan majelis hakin Tipikor Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH, Senin (14/6) guna pembuktian perkara yang diduga merugikan negara Rp 185 juta.

Dari keterangan salah satu saksi Zubhan Awali Camat Lahat, membenarkan adanya pencairan dana kelurahan tahap pertama anggaran tahun 2019 yang diserahkan kepada terdakwa selaku lurah Pasar Bawah Kala itu.

“Pada tahun 2019 dana kelurahan tahap pertama dicairkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di kelurahan Pasar Bawah yang kelola terdakwa selaku pengguna anggaran,” ujar Zubhan Awali.

Ali juga menjelaskan, pada tahap kedua dana kelurahan selanjutnya memang tidak bisa dicairkan dikarenakan tidak ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) terhadap pencairan dana kelurahan tahap pertama.

“Karena nyatanya dana kelurahan tahap pertama seyogyanya untuk sarana prasarana pembangunan di kelurahan Pasar Bawah tidak ada atau tidak dibangun terdakwa,” sebutnya.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, terdakwa yang dihadirkan secara virtual tidak membantah keterangan saksi-saksi dan mengakui telah menyelewengkan dana kelurahan untuk keperluan pribadi.

Selanjutnya, majelis hakim kembali akan melanjutkan pembuktian perkara persidangan pada Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Usai sidang, JPU Anjasra menyampaikan bahwa dalam persidangan telah memasuki pembuktian perkara dengan menghadirkan saksi-saksi, dari keterangan saksi kali ini berpendapat menguatkan dakwaan JPU.

“Kita optimis sebagaimana keterangan saksi yang menguatkan dakwaan kita bahwa terdakwa terbukti melakukan dugaan penyelewengan dana kelurahan, ditambah tadi terdakwa tidak menyengkal keterangan saksi yang dihadirkan,” ungkap Anjas yang juga Kasi Pidsus Kejari Lahat ini diwawancarai usai sidang.

Terpisah, Supendi SH, penasihat hukum terdakwa belum mau berkomentar banyak, masih akan mempelajari dari perkembangan persidangan dikarenakan dalam perkara ini terdakwa dijadikan pelaku tunggal.

“Kita masih akan melihat fakta persidangan, kita belum tahu apa benar terdakwa melakukan itu atau hanya dijadikan tumbal oleh yang berkepentingan, nanti kita ungkap saat pledoi,” singkatnya.

Terdakwa sendiri sebagaimana dakwaan dijerat melanggar pasal 2 atau 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya