oleh

M Nuh Kampanye Wakaf Sebagai Gaya Hidup Milenial

-Headline-130 views

Sumeks.co – Badan Wakaf lndonesia (BWI) bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsr) i dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menyelenggarakan acara Badan Wakaf lndonesia Goes to Campus VI Palembang, Kamis (12/9).

Di dua kampus tersebut, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melaksanakan seminar nasional dan kuliah umum wakaf.

Lewat acara ini, BWI bersama Unsri dan UIN Raden Fatah mengajak generasi mllenlal memajukan wakaf dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

Menurt Ketua Badan Pelaksana BWI, Prof KH Mohammad Nuh mengatakan, wakaf adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dakwah, dan menjaga kemartabatan.

Orang yang juga Ketua Dewan Pers ini mencontohkan kebun kurma yang diwakafkan Sayyidina Umar dan hasilnya digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin dan yang membutuhkan.

Ia juga mencontohkan wakaf sumur oleh Sayyidina Utsman yang memberjkan manfaat sumber air minum bagi penduduk Madinah.

Nuh juga mencontohkan wakaf Habib Bugak Aceh berupa tanah dan rumah singgah bagi jamaah haji Aceh. Aset itu sekarang dikelola secara produktif dan menjadi beberapa hotel yang keuntngannrya disalurkan kepada jamaah haji asal Aceh.

“Di Eropa dan Amerika, wakaf pun dikembangkan untuk membangun dan membiayai perguruan tinggi, seperti Harvard University dan Stanford University. Namun. mereka menyebutnya endowment. Dengan wakaf itulah Harvard dan Stanford berkembang menjadi perguruan tinggi yang diakui,” ujarnya.

Oleh karena itulah, M Nuh mengajak generasi milenial untuk turut memajukan wakaf dan menjadikannya sebagai gaya hidup. penyelengara wakaf Goes to Campus menyasar generasil milenial mahasiswa.

“Karena mereka adalah generasi elit calon pemimpin bangsa. Pada 10-15 tahun lagi mereka akan menjadi tokoh-tokoh yang di harapkan sudah memahami wakaf dan berkontribusi untuk memajukan wakaf produktif, baik sebagai yang berwakaf maupun sebagai pengelola wakaf,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof M Sirozi PhD mengatakan, wakaf merupakan kewajiban bagi kaum muslim yang sudah baligh atau dewasa.

Untuk itulah, civitas UIN Raden Fatah sangat mendukung dalam mensosialisasikan wakaf sebagai gaya hidup bagi generasi muda hingga orang tua.

“Kalau berhasil wajah ekonomi Indonesia akan berubah. UIN Raden Fatah siap membantu dan mendukung program yang dicanangkan oleh Badan Wakaf Indonesia,” ujar Rektor Sirozi.

Prof Sirozi menambahkan, saat ini civitas akademik sudah membentuk tim kecil untuk mempersiapkan pendirian badan wakaf untuk di dalam kampus.

“Insyaallah Badan Wakaf UIN Raden Fatah ini akan kita launching pada saat dies natalis bulan Oktober nanti. Pada prinsipnya kami sangat mendukung sosialisasi wakaf sebagai gaya hidup generasi muda,” jelasnya. ( RIS / palpres)

Komentar

Berita Lainnya