oleh

Mafesripala Dorong Industri Kreatif

PALEMBANG-Sejumlah mahasiswa, Organisasi Pencinta Alam Fakulatas Ekonomi Unsri, Mafesripala. Berlatih teknik Single Rope Technique (SRT) di Tower Panjat Dinding di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang, Senin (22/7).

Anggota Mafesripala memasang alat untuk berlatih teknik SRT

Teknik SRT satu tali, bisa diartikan dengan keahlian bergerak baik itu di lintasan  vertical ataupun horizontal dengan menggunakan satu tali. Berbeda dengan rock climbing yang dipadu dengan keahlian memanjat ataupun pengetahuan tentang goa pada caving. Seorang yang menguasai teknik SRT bisa bergerak hanya menggunakan tali bagaimanapun sulit dan rumitnya sebuah medan. Oleh karena itu seseorang yang sering berkegiatan di alam bebas seperti climber, caver dan sebagainya sedikit banyak harus menguasai teknik ini.

Jika menggunakan satu tali disebut Single Rope Technique (SRT) maka menggunakan dua tali untuk bergerak disebut Double Rope Technique (DRT), DRT biasa digunakan untuk pekerjaan memanjat pohon (tree climbing) untuk ditebang atau untuk keperluan lain. Mafesripala melakukan latihan berkala pada anggotanya untuk teknik SRT, kebutuhannya tidak hanya berkegiatan di alam bebas, diharapkan agar bermanfaat bagi masa depan anggota,serta mendorong kemajuan industri kreatif di kota Palembang, ungkap Fauzan Hanif, Ketua Umum Mafesripala.

Saat ini di kota Palembang sudah banyak gedung-gedung tinggi, tetapi sangat minim, perusahaan yang memiliki bidang pekerjaan SRT untuk pekerjaan – pekerjaan seperti Rope Access. Bekerja di ketinggian seperti membersihkan gedung, instalasi tower pembangkit listrik, pengeboran minyak dan sebagainya memiliki standar keamanan yang lebih tinggi dari pada prosedur SRT dibidang olahraga. SRT dalam bekerja di ketinggian tidak boleh ada kesalahan walau sekecil apapun (zero percent error) semua harus sesuai dengan prosedur teknis dan standar keamanan  yang telah ditetapkan dan itu berlaku umum di seluruh dunia.(att)

Komentar

Berita Lainnya