oleh

Magnet Baru Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Menuju Pasar Lematang Modern

SUMEKS.CO, LAHAT – Keinginan Bupati Lahat, Cik Ujang SH untuk maraton melakukan pembangunan di Kabupaten Lahat, menuju Lahat Bercahaya, mulai direalisasikan. Beberapa rencana pembangunan telah dipersiapkan oleh sang pemimpin dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat, salah satunya melakukan revatalisasi Pasar Lematang menjadi Pasar Tradisional Modern. Sehingga bisa menjadi icon baru perkonomian di Kabupaten Lahat.

Pasar Lematang akan menjadi icon pasar tradisional dengan nuansa modern di Kabupaten Lahat. Pasar yang berdiri lebih dari 30 tahun lalu ini, memiliki luas tanah sepanjang 5.800 meter persegi, dengan kafasitas 48 ruko, 561 kios, dan yang paling menarik pasar ini berada di jantung Kota Lahat. Sempat dilakukan beberapa kali renovasi, meski masih bersifat sangat tradisional. Sehingga belum mampu menjadi sentra perekonimian Kabupaten Lahat.

Bahkan, saat ini kondisi Pasar Lematang kian memperhatikan, sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan pengunjung. Melihat icon Kabupaten Lahat itu makin terpuruk, Cik Ujang sebagai orang nomor satu di Kabupaten Lahat pun tidak ingin berdiam diri. Justru dia ingin melakukan trobosan, dengan menyulap pasar kumuh itu menjadi pasar modern.

Cik Ujang melalui Bappeda Lahat sebagai ujung tombak perencanaan pembangunan, telah merencanakan konsep baru untuk Pasar Lematang. Dibangun dengan tetap berkonsep tradisonal, dibalut aura internasional, dengan desain corak mengusung bentuk rumah baghi dan ornamen megalit yang dinyatakan sebagai warisan dunia. Corak rumah baghi ini diambil karena rumah baghi merupakan rumah khas Kabupaten Lahat. Sedangkan ornomen megalit sebagai bentuk warisan nenek moyang.

Pasar Tradisional Modern Lematang ini nantinya akan jadi magnet pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lahat. Berdiri dengan dua lantai, ditambah satu lantai basemen yang dijadikan sebagai lahan parkir. Untuk bagian depan akan dijadikan pusat souvenir, kuliner dan oleh-oleh khas Kabupaten Lahat. Selain itu fasilitas penunjang lainnya juga disiapkan, seperti area jalan bagi disabilitas, mushola, pusat informasi, ATM center dan area parkir yang cukup.

“Saat ini Pasar Lematang sudah layak dilakukan revatalisasi, dengan memberikan sentuhan modern. Karena dari sisi usia, Pasar Lematang sudah melewati batas usianya, kondisinya bisa dibilang sudah tidak layak digunakan untuk pedagang berjualan. Alasan itulah Bupati Lahat, Cik Ujang SH berkeinginan memoles kembali pasar kebanggaan warga Kabupaten Lahat ini,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Lahat, Feriyansyah Eka Putra, ST MM, Kamis (8/4).

Kondisi saat ini pedagang di Pasar Lematang bercampur aduk, antara pedagang ikan, pedagang daging, sayur, dan pakaian, tapi nantinya akan ditata rapi sesuai jenis yang dijual pedagang. Sedangkan untuk sisi kanan dan kiri pasar yang selama ini terlihat padat oleh pedagang kaki lima, rencananya akan dijadikan area parkir pengunjung, sehingga Pasar Tradisional Modern ini tidak lagi terlihat kumuh oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Lahat.

Untuk di lantai satu, saat ini kondisinya padat diisi oleh pedagang pakaian, kedepan rencananya akan dijadikan pusat bagi yang berjualan daging, ikan, sayur dan buah. Sedangkan untuk lantai dua, yang saat ini sebagai tempat berjual daging, ikan, sayuran, sembako, buah dan pakaian, akan dijadikan pusat kuliner, pakaian, dan super market, yang dilengkapi pusat informasi bagi pengunjung.

Meski disulap modern, pedagang yang selama ini berjualan atau memiliki lapak di Pasar Lematang tetap bisa berjualan. Karena sesuai keinginan Bupati Lahat, revatalisasi ini dilakukan untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kabupaten Lahat.
“Secara fisik bangunan Pasar Lematang sudah memprihatikan, sudah tidak layak. Mulai dari tata kelola yang tidak rapi, kebersihan kurang, sehingga perputaran ekonomi di Pasar Lematang kian hari kian tertinggal,” sampai Feriyansyah.

Untuk mewujudkan rencana itu, perlu dilakukan study kelayakan, membuat Detail Enginering Desain (DED), membuat gambar dan Rap. Tapi yang paling pokok dukungan dari pedagang Pasar Lematang dan masyrakat Kabupaten Lahat. Karena meski dana tersedia, jika pedagang tidak mendukung tidak akan terlaksana.

“Pasar ini merupakan tempat perputaran ekonomi, agar pendapatan pedagang meningkat wadahnya ini perlu diperhatikan. Jika tempatnya bersih, tata kelola baik, rapi, tidak becek, pengunjung akan senang untuk berbelanja, imbasnya pendapatan pedagang juga akan meningkat. Untuk selama proses pembangunan nanti para pedagang akan direlokasi agar tetap bisa berjualan,” ucapnya.

Sementara, pimilik Toko Salon Sadinah yang berada dibagian depan Pasar Lematang saat dibincangi mengatakan, dirinya mendukung rencana tersebut. Tapi kendalanya, Pemkab Lahat harus memikirkan nasip para pedagang saat pembangunan berlangsung. Harus ada sosialisasi lebih lanjut kepada pedagang, seperti akan direlokasi kemana, dan bagaimana nasip pedagang/pemilik toko yang selama ini tinggal di sini.

“Untuk kemajuan Kabupaten Lahat, saya rasa akan didukung. Asalkan kami pedagang ini juga diperhatikan, seperti akan direlokasi dimana, karna kita juga sewa disini,” kata Koko yang enggan disebutkan namanya ini.(irw)

Komentar

Berita Lainnya