oleh

Mahasiswa Ogan Ilir Geruduk Ombudsman

PALEMBANG – Belum adanya tindak lanjut dari kasus Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang dilayangkan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel kepada Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam, puluhan mahasiswa yang  tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir, Rabu (23/9) mendatangi kantor tersebut.

Kedatangan perwakilan mahasiswa ini bukan tanpa sebab dikarenakan merasa kecewa dengan lambannya proses yang telah dilaporkan sebelumnya oleh 109 Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Ogan Ilir yang diberhentikan sepihak oleh bupati pada Mei 2020 lalu.

Terlebih, Ombudsman Perwakilan Sumsel juga memberikan batas waktu satu bulan setelah LAHP diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI pada 22 Juli 2020, untuk bisa segera diresponsbut.

“Tentunya kedatangan kami ke sini menanyakan bagaimana perkembangan LAHP tersebut karena ini bentuk keprihatinan kita ke teman-teman nakes di RSUD Ogan Ilir. Karena lima rekomendasi dari Ombudsman Sumsel untuk membatalkan pemecatan para nakes belum terealisasi,” kata Koordinator Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir Ivan Ilham kepada SUMEKS.CO.

Dia juga menilai Ombudsman Sumsel tidak konsisten dalam penerapan LAHP ke Bupati Ogan Ilir. Karena hingga saat ini, ratusan nakes yang dipecat belum dipanggil untuk kembali dipekerjakan.

“Kita meminta Bupati OI H Ilyas Panji Alam mengembalikan hak kerja para nakes, karena dalam 40 hari sejak LAHP diterima, belum ada tanggapan apa pun,” ujarnya.

Mereka pun juga merasakan kekecewaan, karena sudah dua minggu yang lalu surat audiensi dilayangkan ke Ombudsman Sumsel. Namun tidak ada respon positif.

Sementara itu Asisten I Setda Pemkab Ogan Ilir Abdul Rahman Rosyidi menyatakan persoalan tersebut sudah diserahkan kepada OPD yang bersangkutan yaitu Inspektorat.

Inspektur Kabupaten Ogan Ilir M Ridhon Latief menanggapi hal tersebut mengatakan besok (24/9) dirinya berkomentar, karena sedang berada di luar kantor.

“Kalau mau konfirmasi besok saja soalnya hari ini (23/9) saya lagi diluar kantor. Agar tidak salah paham, jangan sampai salah, ya besok sajalah nanti saya jawab konfirmasinya,” jelasnya.

Kepala Keasistenan Pemeriksa Laporan Ombudsman Sumsel Hendrico menuturkan, surat tanggapan dari Bupati Ogan Ilir terkait LAHP maladministrasi sudah diterima Ombudsman Sumsel, Selasa (22/9).

Ada dua lembar surat tanggapan yang dikirim oleh Ilyas Panji Alam, namun pihak Ombudsman Sumsel masih akan mempelajari dulu isinya.

“Nanti saya pelajari dulu sama teman-teman. Kalau dirasa tidak nyambung dengan permintaan kita, ya kita tidak berhenti di sini,” tukasnya. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya