oleh

Mahasiswa Pecinta Alam Untirta Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Wakil Rektor

BANTEN- Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (PIKIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan diklat unit UKM Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Untirta selama 10 hari di Kabupaten Pandeglang. Mahasiswa tersebut bernama Fadli (18).

Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Untirta, Suherna membenarkan bahwa mahasiswanya bernama Fadli meninggal dunia usai mengikuti kegiatan diklat Mapala di gunung karang Pandeglang.

Menurut Suherna, Fadli menghembuskan nafas terakhir di kos-kosan temannya di Kota Serang pada Senin (1/3) kemarin.

“Almarhum itu sudah selesai diklat Mapala, mau dibawa pulang ke rumahnya tapi dia mau pulang ke kos-kosan dulu. Habis dikosanya ada temannya tiba-tiba Fadli drop, terus dibawa ke klinik, klinik tutup terus dibawa ke RS Drajat Prawiranegara, dari situ pas diperiksa udah ngga ada meninggal,” terang Suherna saat ditemui di Untirta, Kota Serang, Selasa (2/3).

Sejak Fadli dinyatakan meninggal, Suherna mengakui dirinya bersama panitia Mapala langsung mengunjungi kediaman korban senin (2/3) malam, untuk memberikan klarifikasi atas insiden kematian Fadli.

Dihadapan keluarga Korban, Suherna pun meminta pihak Mapala untuk menceritakan kronologi serta rangkaian kegiatan mapala selama berlangsung delapan hari tersebut.

“Kemarin saya lihat mayatnya Fadli, pihak keluarga sudah ikhlas. Tapi kan ada pihak pihak lain masih (tidak terima). Kronologinya tidak ada kegiatan kekerasan dan sebagainya, orang tuanya sudah paham,” katanya.

Saat dimandikan, sepengelihatan Suherna, kondisi tubuh korban tidak ada luka lembam hingga kekerasan fisik, cuma terdapat luka memar dibagian kaki korban.

“Jadi, kalau kaki (korban) saya lihat mandinya juga, ngga ada (luka) badanya mah bersih semua. Jadi, cuma kaki aja,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Mapala, jelas Suherna, sejak hari pertama Fadli tidak diizinkan mengikuti Mapala, karena beliau memiliki riwayat penyakit dibagian kakinya, namun Fadli tetap memaksakan diri untuk ikut kegiatan pencita alam.

“Itu kan naik tebing ke bentur, bahkan almarhum ini katanya kalau lagi tidur itu sepatu basahnya dia pakai. Kan otomatis lembap, dari situ saya lihat ada luka sedikit,” terangnya.

Atas kejadian itu, Suherna memprediksi kematian Fadli diakibatkan kelelahan karena beliau sudah pulang dari lokasi diklat, kemudian digendong sama teman dekat beliau mau dianterin kerumah ditolak, akhirnya pulang dianterin kekosan, setelah itu Fadli dilaporkan meninggal.

“Kelelahan kali, tapi pas di diklat sehat sehat aja, ada video-video nya, kalau mau lihat lebih kronologinya ke tim Mapala, di Mapala itu ada video bahwa dia mimpin senam olahraga, kan kaya gitu gitu ada semua,” demikian Suherna menjelaskan. (dhe/pojoksatu/rmol)

 

Komentar

Berita Lainnya