oleh

Mahasiswa Unsri Diajak Naik LRT

-Video-121 views

PALEMBANG – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumardi, kemarin (4/3), melakukan uji coba integrasi moda LRT-Trans Musi- Damri. Budi yang didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi  serta jajaran Kementerian Perhubungan lainnya. Mencoba integrasi moda dari Stasiun Bumi Sriwijaya.

Rombongan yang dibekali tiket terusan berwarna kuning lalu melanjutkan perjalanan menuju Stasiun DJKA. Tiba di Stasiun DJKA, rombongan langsung berangkat ke Kampus Unsri Indralaya untuk menghadiri Dialog bersama Mahasiswa Unsri terkait LRT Sumsel.

Budi menjelaskan proses integrasi ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi massal. Dimana, hanya dengan membayar sekali, penumpang bisa mendapatkan pelayanan 2-3 moda transportasi. Tarif yang ditetapkan pun sangat murah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Dengan proses integrasi ini, diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk bepergian. Terutama mahasiswa Unsri yang kuliah di Inderalaya. Cukup dengan membayar Rp7 ribu, mahasiswa bisa menggunakan Damri,LRT sekaligus,” ujar Budi saat dibincangi di Stasiun DJKA, kemarin (4/3).

Budi menerangkan penerapan tiket terusan nantinya hanya sementara. Pihaknya tengah mempersiapkan tiket langganan bagi pengguna LRT, Trans Musi dan Damri. “Sehingga tidak perlu mampir ke loket lagi untuk masuk. Cukup tempelkan kartu saja. Tapi ini sedang dikembangkan,” katanya.

Dijelaskan Budi, butuh waktu sekitar 7 tahun untuk membiasakan masyarakat Palembang menggunakan LRT. Proses tersebut terbilang lebih cepat jika merujuk ke negara tetangga seperti Singapura yang membutuhkan waktu 10-15 tahun agar masyarakatnya beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Menurut Budi, transportasi massal sudah menjadi keharusan untuk dibangun. Palembang sendiri dipilih sebagai tempat dibangunnya LRT karena nantinya akan jadi role model pengelolaan transportasi massal di tanah air. “Jakarta terus kita benahi meskipun ada keterlambatan. Tapi kita butuh role model pengelolaan transportasi yang baik dan benar. Palembang dengan penduduk sebanyak 1,7 juta jiwa cocok untuk pengembangan transportasi massal ini. Apalagi sudah banyak kemacetan di jalanan Palembang. Kami mengajak millenial untuk merubah caranya berpikir. Memanfaatkan LRT. Jadi tidak naik mobil atau motor sendiri,” terangnya.

Budi menuturkan penerapan integrasi moda dan tarif khusus bagi mahasiswa Unsri ini akan memberikan dampak kenaikan penumpang LRT Sumsel. Ia menargetkan jumlah penumpang bisa meningkat sebanyak 50 persen dalam jangka waktu 6 bulan. “Pertama-tama kan 20 persen, lalu saat ini sudah meningkat 35 persen. Kedepannya bisa meningkat lagi menjadi 50 persen enam bulan mendatang. Jadi memang butuh waktu,” bebernya.

Subsidi pun bakal diberikan oleh pemerintah untuk operasional LRT Sumsel. “Paling tidak dua tahun ke depan masih disubsidi,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak masyarakat Palembang untuk terbiasa menggunakan LRT Sumsel. Terutama bagi mahasiswa Unsri. “Kita sudah diberikan kemudahan. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Terpisah, Rektor Unsri Prof Anis Saggaf menjelaskan program yang dibuat pemerintah sangat membantu mahasiswa untuk pergi belajar ke kampus Inderalaya. Ia memastikan program integrasi moda ini bakal meningkatkan penggunaan LRT Sumsel terutama dari kalangan mahasiswa UNSRI. “Jadi cukup bayar Rpo 7 ribu sudah bisa sampai kampus. Selain itu, fasilitas moda transportasinya juga sangat lengkap dan nyaman. Saya berharap tidak ada lagi mahasiswa yang membawa sepeda motor ke kampus. Cukup naik LRT saja,” bebernya.

Anis mengatakan jumlah mahasiswa yang pulang pergi Indralaya-Palembang selama ini cukup banyak. “Sekitar 18 ribuan mahasiswa berpergian setiap harinya. Sehingga, ini sangat potensial,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya