oleh

Mahasiswa yang Ditangkap Ngaku Kesal dan Termakan Hasutan, Polisi : Masih Ada 15 Orang Pelaku Lagi

SUMEKS.CO – Mahasiswa yang diamankan oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel lantaran ikut melakukan pengrusakan mobil operasional milik Pam Obvit Polda Sumsel mengaku kesal dan juga termakan hasutan oleh teman-temannya.

4 mahasiswa yang diamankan tersebut, yakni Awwabin Hafiz (19), mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, semester 3 Jurusan Hukum, warga Dusun II, Kelurahan Rengas I, Kecamatan Payaraman Ogan Ilir, ditangkap di indekos wilayah Sukabangun II.

M Naufal Imandamalis (20), mahasiswa Tehnik Sipil UNSRI, warga Jl Sultan Mansyur, Lr Sekundang, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I Palembang.

M Barthan Kusuma (22), mahasiswa STISIPOL Candradimuka, semester 5 Jurusan Komunikasi, warga Jl Kemiri, Kecamatan Sukarami Palembang.

Dan Rezan Septian Nugraha (21), Universitas Muhammadiyah Palembang, Fakultas Hukum semester 7. Merupakan warga Lahat dan tinggal di rumah neneknya di Telaga Swidak, Plaju.

“Aku jingok mobil sudah tebalik terus aku nendang bekali-kali. Terus aku ambek korek api gas dan nak bakar, tapi idak tahunyo karpet dalam mobil basah jadi dak jadi terbakar,” kata Rezan.

Rezan mengaku tidak ada maksud merusak dan ada rencana membakar saat terjadi ricuh.

“Karena ada yang berteriak bakar, bakar… jadi aku terpancing Kak. Waktu itu aku kebetulan megang rokok, jadi aku nak bakar mobil itu,” terangnya.

Berbeda dengan Rezan, pelaku Awwa mengatakan, saat kejadian dia sedang duduk bersama temannya dan makan pempek.

“Lagi makan pempek mamang sepeda di dalam halaman DPRD Sumsel, tibo-tibo ado gas air mata. Aku kesal Kak, Hp kawan aku jugo kesal nambah emosi, jingok budak-budak nendang mobil polisi, aku melok jugo terus,” katanya.

Tidak sampai di situ, Awwa kemudian mendekati mobil Pam Obvit yang sudah terbalik. “Aku deketi mobil itu, aku ado korek api nak aku bakar tahunyo koreknyo macet dan keadaan mobil basah. Jujur Kak cuman tepancing bae,” tandasnya.

Sementara itu, Barthan yang juga ikut diamankan mengatakan, saat kejadian dia sedang bekerja meliput sebagai wartawan di salah satu media cetak mingguan yang terbit di Jambi.

“Aku dilempar batu dan jatuh lalu tutup lensa kamera dan hood rusak. Aku langsung emosi, naik ke mobil dan nginjak bagian atapnyo bae,” ungkapnya.

Pada hari pertama demo di DPRD Sumsel, dia ditugaskan untuk meliput aksi demo di kawasan simpang lima. “Aku wartawan jugo Pak, kuliah jugo. Aku koresponden di Palembang,” cetusnya.

Dari 4 mahasiswa yang diamankan ini, salah satunya masih menjalani tes swab. Karena saat dilakukan rapid tes hasilnya reaktif.

“Atas nama Naufal Imandamalis. Mereka ini ikut merusak, sedangkan untuk yang mengambil rotator sedang kami cari,” kata Kompol Suryadi SIK MH Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Rabu (14/10/2020).

Pihaknya masih melakukan pengejaran sekitar 15 pelaku lain yang sudah teridentifikasi datanya. Mereka juga masih mahasiswa yang ikut melakukan pengerusakan mobil polisi.

“Kami imbau untuk menyerahkan diri. Apabila tidak menyerahkan diri, jangan salahkan kami bila kami tangkap,” tegas Suryadi.

Keempat tersangka ini dikenakan pasal pengerusakan yakni Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Jatanras juga, sambung Suryadi sudah berkoordinasi dengan pihak rektorat dan mengirimi foto-foto mahasiswa yang melakukan pengerusakan meski dikatakan pihak kampus saat ini sedang belajar Daring.

“Foto-foto pelakunya sudah di-share ke pihak kampus dan mereka ini sudah ditetapkan tersangka dan DPO,” pungkas Suryadi.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya