oleh

Mahasiswi Terduga Suspect Corona di Bengkulu Ternyata Hanya Radang Tenggorokan

BENGKULU– Setelah dilakukan observasi di ruang isolasi RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu, sejak Kamis (30/1), akhirnya seorang pasien perempuan, mahasiswi yang baru saja pulang kuliah dari Lanzhoe, Cina sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Hal ini setelah kondisi kesehatannya yang terus membaik. Terpenting, hasil uji lab dari Litbangkes Kemenkes RI memastikan jika yang bersangkutan negatif terjangkit virus corona.

Hal ini disampaikan Direktur RSMY, dr. Zulkimaulub Aritonga dan Kadinkes Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes saat konferensi pers bertempat di Ruang Rafflesia RSMY, Senin (3/2) siang.

“Kami sudah koordinasi ke Litbangkes Kemenkes dan hasilnya sudah disampaikan secara lisan. Untuk hasil secara tertulis akan disampaikan dalam beberapa hari kedepan. Tapi secara lisan dari Litbangkes hasilnya alhamdulillah negatif,” sampai Herwan Antoni.

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi, Lisyenti Bahar, Wadir Umum dan Pelayanan RSMY, dr. Ismir Fahri serta dokter spesialis THT, dr. Apif Rahman. “Saat ini berdasarkan hasil dari dokter yang melakukan perawatan kondisi pasien terus membaik dan sudah diperbolehkan pulang,” tambah Zulki.

Sementara itu, dr. Apif Rahman menjelaskan untuk kondisi pasien sejak awal diagnosa mengalami sakit faringitas akut atau radang tonggorokan. Dan sejak dirawat kondisinya terus membaik karena memang daya tahan tubuh pasien juga sangat baik. “Kondisinya semakin membaik dan setelah siang ini hasil lab sudah keluar dan negatif maka pasien sudah diperbolehkan pulang,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasien wanita yang diketahui berstatus sebagai mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Cina tersebut baru saja pulang ke Bengkulu. Setibanya di Bengkulu dia mengalami demam dan sempat menghebohkan karena dicurigai virus corona dengan penanganan khusus oleh tim medis hingga dirawat di ruang isolasi.

Disisi lainnya, dalam keterangan pers sebelumnya, dr. Ismir Fahri mengatakan sebetulnya dengan kondisi Bengkulu yang tropis membuat penyebaran virus corona tidak terlalu membahayakan karena virus ini akan mati dalam kondisi panas tertentu. Kendati demikian, pihaknya menyebut tetap waspada dan melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur. (zie/rb)

Komentar

Berita Lainnya