oleh

Main di Liga 2, SFC Harus Adaptasi

JAKARTA – Pemain Sriwijaya FC harus mengakrabkan diri dengan lapangan buruk di Liga 2. Ini karena kualitas lapangan di kompetisi kasta kedua nasional tersebut banyak yang masih di bawah standard Liga 1. Pendek kata, kualitas lapangan jauh di bawah Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Rumput lapangan gundul, permukaan bergelombang alias tidak rata, keras, jika hujan tampak genangan air di lapangan seperti saat uji coba melawan Persebi Boyolali bakal dijumpai Yongky Aribowo dkk ketika berjuang merebut tiket Liga 1 musim 2020 nanti. Ini sebagaimana dikatakan Manda Cingi. Mantan playmaker Sriwijaya FC ini musim lalu membantu Semen Padang berjuang lolos Liga 1 dari Wilayah Barat. Wilayah yang kemungkinan sama dengan Sriwijaya FC jika melihat geografis.

“Benar sekali. Banyak tim yang lapangannya bisa dibilang tidak memenuhi syarat di Liga 2. Tapi memang banyak juga yang bagus. Jadi semua pemain harus siap dengan keadaan seperti itu,” ungkap Manda.

Manda menjelaskan, tim wilayah barat dengan kualitas lapangan kurang bagus di antaranya Aceh United, Perserang Serang, dan Persibat Batang. Bagusnya, saat away ke daerah tersebut, Manda tidak merasakan pertandingan di bawah guyuran hujan. Jadi selama tur ke tempat-tempat itu hanya merasakan kerasnya permukaan lapangan yang kurang rata.

“Di Liga 2 memang harus siap dengan segala hal. Salah satunya ya kondisi lapangan pertandingan selain faktor non teknis lainnya,” ingat Manda.

Pemain Sriwijaya FC memang pantas adaptasi dengan lapangan kurang bagus. Sebab, musim ini mereka akan bertemu dengan tim yang disebutkan Manda. Kemungkinan besar, dengan 48 peserta yang dibagi menjadi dua wilayah, Sriwijaya FC akan satu grup dengan Persiraja, Aceh United, PSPS Riau, Persita Tangerang, Cilegon United FC, Perserang Serang, Persibat Batang, Persis Solo, PSIR, PSCS Cilacap, PSGC Ciamis, dan Bogor FC. Ini jika berdasarkan geografis.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya