oleh

Makan Konate Mundur, Pemain yang Satu Ini Tetap Ingin Bersama Persebaya

SUMEKS.CO – Mahmoud Eid memang kaget dengan gaji 12 persen yang dia terima. Bahkan, dia mengaku gajinya itu sama dengan gaji pemain divisi 5 Liga Swedia. Winger Persebaya Surabaya tersebut tak menampik keputusan itu berpengaruh ke kondisi finansialnya. Mahmoud menyebut pemasukannya berkurang drastis sejak pandemi.

’’Aku kehilangan banyak uang saat bergabung dengan Persebaya. Ini semua karena Covid-19 yang berimbas pada kondisi (keuangan) klub,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Kondisi itu jelas membuatnya bingung. Sebab, dia juga butuh pemasukan untuk biaya hidup selama pulang kampung di Nykoping, Swedia. Terlebih, biaya hidup di Swedia jelas lebih mahal ketimbang di Indonesia. Meski dalam kondisi terjepit, Mahmoud sama sekali tidak menyesal.

’’Karena tidak ada yang menyangka kondisi jadi seperti ini (kompetisi ditunda),’’ jelas mantan pemain Kalmar FF tersebut. Saat pendapatan tergerus, Mahmoud mendapat tawaran dari lima klub sekaligus. Dua berasal dari klub Asia Tenggara. Tiga tawaran lainnya datang dari klub di kawasan Timur Tengah.

Tawaran tersebut jelas sangat menggiurkan. Terlebih, sebagai pemain, Mahmoud juga butuh bermain di lapangan. Tidak sekadar berlatih secara mandiri. Mahmoud juga menegaskan tidak menutup pintu komunikasi dengan klub lain. Lalu, apakah Mahmoud akan hengkang dari Persebaya?

’’Saya berharap bisa bertahan di Persebaya. Karena saya yakin masih banyak yang bisa saya berikan (untuk klub),’’ ucap pemain kelahiran 26 Juni 1993 tersebut. Selain itu, Mahmoud punya alasan lebih memilih bertahan di Persebaya. ’’Karena saya merasa senang dan bisa berkembang di Persebaya,’’ tambahnya.

Hal itu bisa membuat lega Bonek, pendukung Persebaya. Setidaknya, satu pemain asing Green Force −julukan Persebaya− lebih memprioritaskan bertahan di Surabaya.

Hanya, Mahmoud masih menunggu bagaimana tawaran kontrak manajemen saat kompetisi sudah berjalan nanti. ’’Tapi, semua terserah kepada klub (Persebaya). Apakah kondisi keuangan mereka bisa untuk mempertahankan pemain (asing) seperti saya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Makan Konate menyusul David da Silva yang memutuskan hengkang. Dikutip dari situs resmi klub, Konate mengaku tidak bisa menunggu kepastian kelanjutan kompetisi. Dia lantas mengajukan pengunduran diri. “Selama delapan bulan saya di Indonesia. Tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Saya tidak bisa lebih lama lagi menunggu,” tandas Makan Konate.

Makan Konate memang satu-satunya pemain Persebaya yang tinggal di Surabaya. Ia memilih bertahan, saat tiga pemain asing Persebaya lainnya, meninggalkan Indonesia.

“Jujur, keputusan ini sulit. Saya sudah telanjur menjanjikan trofi juara pada Persebaya. Tetapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Saya harus lanjutkan perjalanan. Insya Allah suatu saat saya kembali,” kata mantan pemain Arema FC dan Persib Bandung itu. (gus/c17/ali/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya