oleh

Makin Akrab dengan AS, Saudi Tegaskan Tetap Peduli Palestina

-Headline-1.795 views
Keberpihakan Arab Saudi terhadap Palestina pantas dipertanyakan. Pasalnya, mereka hanya diam saat Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun, pemerintah Negeri Petro Dolar itu menegaskan bahwa Palestina masih dan akan selalu jadi prioritas. Sejak masa pendiri kerajaan yaitu Raja Abdulaziz hingga raja-raja berikutnya.

Kepala Kantor Divisi Media Kedutaan Arab Saudi Ahmad Suryana, Kamis (27/12).

“Kerajaan Arab Saudi menganggap Masjidil Aqsa dan isu Palestina sebagai tanggung jawab yang harus ditunaikan kewajibannya,” paparnya.

Menurutnya, Arab Saudi tidak pernah lemah, bosan ataupun pelit mengerahkan  upaya untuk menghapus kezaliman dan penindasan yang menimpa rakyat Palestina.

“Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz senantiasa berada di barisan terdepan para pendukung isu Palestina,” cetusnya.

Terutama dalam meraih hak untuk menjadi sebuah negara yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya,” jelas Suryana.

Karena itu, Raja Salman menginstruksikan untuk menjaga kontinuitas komite rakyat di Saudi dalam menjalankan misi amal guna mendukung ketegaran rakyat Palestina.

“Beliau juga menekankan pentingnya restorasi persatuan nasional Palestina yang merupakan syarat dalam mewujudkan tujuan bangsa Palestina yang sah dan penuh keadilan.

Serta menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bersatu di bawah institusi yang sah secara hukum demi kebaikan rakyat Palestina,” lanjut Suryana.

Selain itu, Raja Salman juga menekankan pentingnya menghindarkan bangsa Palestina dari isu-isu ketegangan politik.

Baik di kawasan maupun internasional yang dapat melumpuhkan upaya dalam meraih hak-hak mereka yang sah dan berkeadilan.

“Pelayan Dua Masjid Suci mengajak masyarakat internasional untuk berdiri bersama melawan kejahatan Israel”.

Serta penyerangan terhadap wilayah kedaulatan Palestina yang terjajah, termasuk didalamnya Kota Yerusalem dan situs-situs suci umat muslim yang lainnya,” demikian Suryana.

Seperti diketahui, Arab Saudi tidak bersuara ketika Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai milik Israel dan memindahkan kedutaan besar ke kota suci tersebut.

Mereka justru lebih sibuk membombardir Yaman dengan senjata buatan Negeri Paman Sam. (wah/rmol)

Komentar

Berita Lainnya