oleh

Nanti Malam BSB Kontra Jakarta BNI 46

PALEMBANG – Tim voli putra Palembang Bank SumselBabel (BSB) tampil begitu heroik pada laga putaran pertama final four Pro Liga 2019.

Setelah sukses memukul Jakarta Pertamina Energi 3-0 di laga pertama. Kini giliran juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator (SBS) yang berhasil ditekuk Bima Sakti dkk.

Skornya? 3-1 (25-18, 25-22, 23-25, 25-21) pada pertandingan yang digelar di GOR Jayabaya Kediri, Sabtu (9/2).

Kemenangan dua kali beruntun itu, tidak hanya sukses membalaskan dendam kekalahan telak di tour Palembang lalu.

Tetapi juga, memuluskan langkah Palembang BSB untuk meraih satu tiket grand final.

Setidaknya satu langkah anak asuh coach Pascal Wilmar, sudah berada di final.

Namun, Palembang BSB masih memiliki satu pertandingan penting lagi. Yakni harus menumbangkan Jakarta BNI 46, malam ini (10/2) pukul 20.00 WIB.

Melawan Surabaya Bhayangkara Samator (SBS), pertandingan belangsung sangat berat dan ketat.

BSB memulai dua laga dengan sangat meyakinkan dengan langsung unggul. Namun, dengan suasana admosfer penonton yang didominasi pendukung SBS sedikit merubah keadaan di dua laga terakhir.

Babak ketiga, BSB sedikit down dan akhirnya kalah. Namun babak keempat, semua pemain bisa mengatasi tekanan dengan baik sehingga membalikkan keadaan.

“Anak-anak sudah betul-betul terbangun chemestry-nya. Apalagi anak-anak juga sudah terbiasa, babak ke empat pelan-pelan mental mereka bisa diperbaiki dengan sendiri. Daya juang mereka sangat luar biasa sore ini (kemarin, red),” jelasnya.

“Hasil ini memang cukup membuat jalan kami ke final cukup aman. Tetapi, kami tetap harus mengamankan situasi, di laga terakhir lawan BNI 46 nanti,” ungkapnya.

Menurut Wilmar, BSB tetap tidak bisa bersantai saat ini. Karena di sisi lain, babak final four semua belum selesai.

Semua tim, pasti saat ini akan semakin saling sikut untuk memastikan kesempatan terkahir pertandingan ketiga nanti.

“Besok (hari ini) lawan Jakarta BNI 46, anak-anak harus tetap fight. Strategi khusus tentu sudah ada, jadi lihat saja nanti,” terangnya.

Sementara itu, pelatih SBS, Ibarsjah Djanu Tjahjono mengatakan kekalahan sangat tidak mengenakkan bagi timnya. Karena, Samator sudah mengatongi dua kekalahan beruntun.

Di laga pertama sudah tekuk oleh Jakarta BNI 46 dengan skor 1-3. Sehingga, kekalahan kemarin semakin menipiskan harapan untuk merebut tiket babak final.

“Start awal kami buruk. Banyak sekali kesalahan melakukan receive. Semua gagal, gaya ciri khas permainan Samator pun hilang,” ungkap coach Ibarsjah.

Tidak hanya dalam hal receive, kesalahan lain yang betul-betul membuat SBS tampil buruk yakni pemain yang selalu gagal lakukan block.

Setelah separuh set kedua, SBS sengaja menurukan full pemain lokal. Berharap bisa membangun lagi fighting spirit dari seluruh pemain di lapangan.

“Itu sukses, kami bisa ambil di set ketiga. Setelah memimpin, namun set keempat kami kembali kehilangan irama. Bola-bola reborn, gagal kita manfaatkan, mental turun kembali, permainan kami juga kembali terbaca lawan,” terangnya.

Meski gagal, SBS tidak mau mengeluh. Pemain terus bisa fokus untuk menjalani partai terkhir (10/2) nanti saat bertemu Jakarta Pertamina Energi.

“Besok (hari ini) utamanya pemain harus semua semangat. Evalusi, yang terjadi di dua laga ini, tidak boleh terjadi di pertandingan ketiga nanti,” jelasnya. (cj11/gsm/ce)

Komentar

Berita Lainnya