oleh

Malam Ini Harga BBM Disesuaikan!

-Ekbis-524 views

JAKARTA-Terhitung malam ini, pukul 00.00 waktu setempat (WIB, WITA, dan WIT), harga bahan bakan minyak (BBM) alami penyesuaian.

Tak terkecuali untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), termasuk Sumsel. Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, menjelaskan, di wilayah Sumsel, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi ada empat jenis BBM yang alami penyesuaian harga.

Yakni pertamax turbo dari Rp12.200 turun menjadi Rp11.400 per liter. Pertamax disesuaikan dari Rp10.400 menjadi Rp10.050. Kemudian, dexlite dari Rp10.500 menjadi Rp10.400. Lalu, dex dari Rp12.000 menjadi Rp11.950. “Sedangkan harga pertalite tetap Rp7.850 per liter,” bebernya.

Dijelaskannya, harga BBM di beberapa wilayah berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). “Karena PBBKB berbeda untuk setiap wilayah, makanya harga BBM-nya juga beda,” kata dia.

Menurut Rifky, harga BBM ini sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga jenis bahan bakar minyak dengan besaran minimal 5 persen dan maksimal 10 persen dari harga dasar.

“Dengan adanya penyesuaian harga ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang jadi pelanggan produk Pertamina,” tukasnya.

Sebelumnya, tepat empat bulan lalu, yakni 10 Oktober 2018, kegaduhan menyeruak. Saat itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan kenaikan harga premium dari Rp6.550 per liter menjadi Rp7.000 per liter.

Alasannya, karena harga minyak dunia yang terus naik. Namun, satu jam kemudian, rencana naik harga itu dibatalkan.

Tiga hari kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi penjelasan jika pembatalan itu dilakukan karena mempertimbangkan dampaknya pada inflasi dan faktor daya beli masyarakat.

Setelah empat bulan lalu batal naik, kali ini Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM jenis premium. Tapi, tidak naik, melainkan turun harga.

Kebijakan ini diambil menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

“Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli,” ujar Direktur

Pemasaran Retail PT Pertamina (persero), Mas’ud Khamid, melalui keterangan resmi tadi malam (9/2).
Sebelumnya, harga premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali ditetapkan sebesar Rp6.550 per liter.

Sedangkan di wilayah luar Jawa, Madura, Bali sebesar Rp6.450 per liter. Mulai hari ini, harga premium di Jawa, Madura, Bali turun menjadi Rp6.450 per liter.

“Jadi sama dengan harga di luar Jawa Madura Bali,” sebut Mas’ud.

Awal tahun ini, tren harga minyak dunia memang cenderung turun dibanding tahun 2018 lalu.

Data Bloomberg menunjukkan, harga minyak jenis WTI di pasar New York Mercantile Exchange (Nymex) yang menjadi acuan global, sepanjang Februari ini bergerak di kisaran US$52-55 per barel.

Harga ini sebenarnya naik sedikit dibanding harga periode Januari 2019 yang ada di rentang US$46-54 per barel.
Namun jika dibandingkan harga 2018 memang menunjukkan penurunan signifikan.

Sejak awal 2018, harga minyak bergerak di kisaran US$60an per barel, lalu mencapai puncaknya pada Oktober 2018 di level US$76 per barel.

Sejak itu, mulai November hingga Desember, harga minyak dalam tren turun hingga rekor paling rendah pada 24 Desember di level US$42 per barel.

Sementara itu, nilai tukar rupiah memang menunjukkan tren penguatan. Sepanjang Desember 2018, nilai tukar ada di kisaran Rp14.300-14.600 per dolar AS.

Namun pada Januari 2019, rupiah menguat ke kisaran Rp14.000-14.200 per dolar AS. Lalu, sejak Februari 2019 kembali menguat ke level Rp13.900 per dolar AS.

Media Communication Manager PT Pertamina (persero) Arya Dwi Paramita menambahkan, penurunan harga dilakukan tak hanya pada BBM jenis premium.

Dia menyebut, Pertamina juga menurunkan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, solar non-subsidi, dan minyak tanah non-subsidi.

“Harga BBK ini bisa berbeda-beda di tiap wilayah, tergantung besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diberlakukan di wilayah tersebut,” jelasnya saat dihubungi tadi malam.

Untuk Jawa, Madura, dan Bali, per hari ini 10 Februari pukul 00.00 WIB, harga pertalite tetap sama, yakni Rp7.650 per liter. Sedangkan pertamax turun dari Rp10.200 per liter menjadi Rp9.850 per liter. Pertamax Turbo dari Rp12.000 per liter menjadi Rp11.200 per liter.

Adapun Dexlite turun dari Rp10.300 per liter menjadi Rp10.200 per liter. Pertamina Dex dari Rp11.750 per liter menjadi Rp11.700 per liter. Solar nonsubsidi tetap Rp9.600 per liter dan Minyak tanah nonsubsidi turun dari Rp10.670 per liter menjadi Rp10.560 per liter. (rip/nis/ce1)

Komentar

Berita Lainnya