oleh

Mampu Deteksi Korban Tenggelam, “Robot Disaster” Ciptaan Komunitas Aerobotic Sumsel Akan di Kembangkan Secara Masal

SUMEKS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memberi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengembangkan penciptaan teknologi tepat guna dan multiguna, yang dapat membantu kemaslahatan publik.

Seperti halnya yang dilakukan Komunitas Aerobotic Sumsel (KMS). Karya ciptaan mereka “Robot Disaster” mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Hal tersebut dikatakan sang kreator, Muslim KMS (30), usai dipanggil Gubernur ke kantornya, jl Kapten F Tandean, Palembang. Selasa (13/1/2021).

Muslim mengatakan, mendengar fungsi yang dimiliki oleh Robot Disaster saat pertemuan berlangsung, gubernur menyampaikan bahwa Dirinya sangat mengapresiasi karya mereka dan tertarik untuk mengembangkannya lebih lanjut.

“Bahkan bapak gubernur pesan 20 unit, kami diharapkan segera koordinasi dengan balitbangda dan BPBD Sumsel untuk bergabung dalam pengembangan alat ini secara masal,” ungkapnya dengan bangga kepada SUMEKS.CO.

Sambungnya, Robot yang berbentuk menyerupai kapal laut tersebut berfungsi untuk misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat. Seperti, pendeteksi korban tenggelam, pengukuran kedalaman air untuk mengatasi banjir.

“Oleh sebab itulah menurut kami ini sangat relevan digunakan di Kota Palembang, yang memiliki kontur wilayah perairan dan selama ini rentan banjir,” cetusnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Mumus ini, mengatakan. Robot Disaster yang mereka kembangkan lebih kurang selama beberapa tahun terakhir itu sudah beberapa kali uji coba dan hasilnya akurat dan sangat memuaskan.

“Terakhir di Sungai Keramasan. Hasilnya, robot ini mampu melakukan pengukuran kedalam sungai, lebar permukaan sungai dan relief permukaan air bisa terlihat dari atas dan itu sesuai yang kami harapkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, robot replika kapal laut yang memiliki beban berat sebesar 30 Kg tersebut, sudah dilengkapi alat dengan peralatan yang canggih multi BIM versi portable, digerakkan dengan istirik bertenaga surya yang mampu beroprasi selama 2 – 3 jam dan sonar yang mampu menjangkau kedalaman air sejauh 300 meter, dan bodi didapat khusus dari onderdil kapal.

Sementara itu, ketua Komunitas Musi Aerobotic Sumsel, Nanang Jadmiko (30) didampingi, Ebid ahli pemetaan dan analisa data. menjelaskan, pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp 50 -70 juta hingga membuatnya bisa berfungsi sedemikian rupa.

“Dana tersebut hasil patungan kami, secara mandiri, Ini dibuat sendiri dibengkel sederhana yang berada di wilayah Kenten, Palembang,” kata Nanang.

Maka, atas hasil dari pertemuan tersebut Dirinya mengucapkan banyak terimakasih, seraya berharap robot buatan timnya dapat disempurnakan lagi. “Semoga kedepan sudah bisa digunakan dan menjadi solusi atasi bencana,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya