oleh

Manfaatkan Iptek Untuk Kembangkan Budidaya Ikan Lele Mutiara

Sumeks.co – Upaya meningkatkan produktifitas masyarakat di tengah pandemi terus dilakukan. Termasuk lewat kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Kegiatan yang diketuai oleh Danang Yonarta, S.St.Pi, M.P, kali ini adalah sosialisasi dan edukasi budidaya Ikan Lele Mutiara dengan teknik pemijahan semi alami di Desa Pandan Arang Kabupaten Ogan Ilir.  “Ini merupakan kegiatan pendampingan yang berisikan penerapan iptek untuk meningkatkan produktifitas masyarakat,”jelas Danang. Kegiatan ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan di tengah masyarakat.

Khususnya mengenai budidaya dan bagaimana memproduksi benih ikan lele sendiri. Sebagaimana disampaikannya, pemijahan semi alami ini berprinsip pada peningkatan tingkat kematangan gonad dengan menggunakan bantuan bantuan hormon komersil seperti ovaprim yang murah dan mudah didapat.

Secara teknis dijelaskannya, pada proses pematangan gonad GnRHanalog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Sekresi gonadotropin akan meningkat sehingga dapat mempercepat proses ovulasi dan pemijahan, yaitu pada proses pematangan gonad dan dapat memberikan daya rangsang yang lebih tinggi, menghasilkan telur dengan kualitas yang baik dapat menekan tingkat kematian.

“Sehingga induk ikan lele dengan cepat melakukan pemijahan,”ujarnya. Sementara itu, kriteria dalam pemilihan indukan ikan lele bisa di lihat secara  kuantitatif dan kualitatif. Ciri induk jantan yang telah siap dipijahkan yaitu ditandai oleh organ urogenitalnya yang memerah dan meruncing serta panjangnya sudah melampaui pangkal sirip anal.

Memiliki umur minimal 8-12 bulan, dengan panjang tubuh standar 40-45 cm, dan memiliki bobot 800 gr-1,5 kg gram.Ciri induk betina yang telah siap dipijahkan yaitu perut membesar dan bila diraba terasa lembek. Diameter telur mencapai ukuran 1,4 mm-1,5 mm. memiliki umur 12-15 bulan, panjang tubuh standar 38-40 cm, memiliki bobot minimal 400-500 gram serta memiliki fekunditas 500.000-100.000 butir/kg bobot tubuh ikan.

Usai kegiatan pengabdian berupa penyuluhan nantinya tim pengabdian ini akan ada kegiatan lanjutan yaitu berupa pendampingan mulai dari persiapkan kolam, persiapan indukan ikan lele, pemijahan ikan lele, serta produksi benih ikan lele secara mandiri. sehingga diharapkan dengan rangkaian-rangkaian kegiatan tersebut masyarakat desa pandan arang khususnya kelompok pembudidaya ikan dapat secara mandiri memproduksi benih ikan lele. (aja/ril)

 

Komentar

Berita Lainnya