oleh

Manfaatkan Puskesmas Untuk Isolasi Mandiri, Ini Kata Kadinkes Sumsel

O – Pandemi COVID-19 belum menunjukkan angka penurunan kasus. Data Satgas COVID 19 pusat jumlah pasien terkonfirmasi positif per senin (28/12), bertambah sebanyak 78 kasus menjadi 11.540 kasus.

Ketua Perhimpunan Tropik Infeksi Indonesia (PETRI) Cabang Palembang sekaligus Wakil Ketua tim penyakit infeksi emerging (PIE) Rumah Sakit Umum Mohammad Hosein, dr Harun Hudari, mengatakan, tingginya angka penularan disebabkan adanya perubahan kebijakan terkait SOP penanganan pasien gejala ringan.

Mereka tidak lagi di isolasi khusus di rumah sehat. Melainkan hanya melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing.

“Tetapi tempat isolasi tidak sesuai dengan standar. Tentu sangat mudah virus corona menyebar. Terutama dilingkungan keluarga,” katanya menerangkan, kepada media. Senin (28/12/2020).

Ia menerangkan tidak adanya isolasi khusus bagi pengidap gejala ringan. Menjadi parameter bahwa masyarakat akan dengan cepat saling menularkan satu sama lain.

“Ruang isolasi itu ada standarnya. Jadi tidak bisa sembarangan isolasi mandiri. Inilah yang harus diatasi. Agar penyebaran virus pada klaster keliarga bisa dikurangi,” imbuhnya.

Sementara itu, ahli epidemiologi Universitas Sriwijaya, Prof Yuwono menambahi. Pemerintah seharusnya bisa memaksimalkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien.

“Peran puskesmas ini harus dimaksimalkan sebagai tempat isolasi. Kalau rumah sakit kan ruangannya terbatas. Sehingga pengawasan dan penanganan terhadap pasien gejala ringan bisa maksimal,” terangnya.

Lebih lanjut, dikatakan Yuwono, mengingat puskesmas di Sumsel sendiri sudah banyak yang memiliki fasilitas rawat inap. Sehingga dapat menampung warga yang kesulitan menjalankan isolasi mandiri dirumah.

“Kita berharap ini akan menjadi pertimbangan keputusan pemerintah agar persebaran virus dapat ditekan,” tukasnya.

Prihal keterbatasan tempat isolasi mandiri, belum lama ini, telah dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Hj Lesty Nurainy. Menurutnya, situasi tersebut sedang dalam pembahasan pihaknya. Untuk dapat mengupayakan setiap wilayah disetiap kabupaten/kota Sumsel, akan menyediakan tempat isolasi mandiri. Yang nyaman aman dan kondusif.

“Kita upayakan sebab, Isolasi ini tidak semua bisa melakukannya. Ada yang rumahnya tidak memungkinkan, ada yang tidak bisa displin menjalankan isolasi mandiri. Dirumah sakit yang disiapkan. Namun yang paling ditekankan kesadaran, Masyatakat harus patuh dengan protokol kesehatan terapkan 3M itu wajib sebab persebaran cepat terjadi melalui droplet,” tutupnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya