oleh

Mantan Bupati Seluma, Tersangka Korupsi Dana KONI Bersembunyi di Hotel

SUMEKS.CO- BENGKULU – Tersangka dugaan korupsi Dana Hibah KONI Provinsi Bengkulu Mufran Imron akhirnya ditangkap polisi. Setelah sempat 2 kali mangkir dari panggilan penyidik pascaditetapkan sebagai tersangka, Mantan Wakil Bupati Seluma ini dijemput paksa di tempat persembunyiannya di Hotel dan Apartemen Aston Titanium Square Pasar Rebo Jakarta Timur.

“Tersangka (Mufran) sedang istirahat di situ. Di dalam hotel tersebut dia sedang sendirian dan ditangkap tanpa perlawanan,” kata Kapolda Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Dir Direskrimsus Kombes Pol Dolifar Manurung, Minggu (9/5) siang ketika dikonfirmasi.

Lebih lanjut Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., membenarkan penangkapan mantan ketua Koni Provinsi Bengkulu itu yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

“Setelah dari penyelidikan yang kami lakukan diketahui bahwa terdapat kerugian dana hibah Koni Provinsi sebesar Rp 11 Milyar, dan setelah proses penyidikan yang telah diketahui bahwa tersangka paling bertanggung jawab atas kerugian tersebut.” kata Sudarno.

Sudarno menambahkan tersangka Mufran harus dijemput paksa lantaran telah 2 kali mangkir dari pemanggilan. Selama ditetapkan menjadi tersangka terkait dugaan penyelewengan dana hibah Koni Provinsi Bengkulu.

“Tersangka kami tangkap di Hotel dan Apartemen Aston Titanium Square Pasar Rebo Jakarta Timur pada hari Jum’at tanggal 05 mei 2021 sekira pukul 01.15 Wib,” jelas Sudarno.

Dalam proses penangkapan tersangka Mufran yang bersembunyi di Ibukota Jakarta tersebut di bantu penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Mufran sendiri tiba di Polda Bengkulu dengan dikawal penyidik, Sabtu siang (8/5).

“ Setelah di jemput ditempat persembunyiannya, tersangka di bawa ke Polda Metro Jaya dan kemudian di bawa ke Bengkulu. Sedangkan Untuk mencegah penularan Covid 19 yang saat ini masih jadi pandemi mengingat tersangka bersembunyi di Jakarta, begitu sampai ke Bengkulu kami lakukan Rapid swab Antigen,” ujar Sudarno.

Sampai saat ini, sambung Sudarno, Mufran dilakukan penahanan di Rutan Polda Bengkulu guna mempermudah proses penyidikan dan juga mencegah tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, mengingat tersangka selama ini tidak kooperatif. (cw1/rakyatbengkulu)

 

Komentar

Berita Lainnya