oleh

Mantan DPRD Jatim Jadi Jurkam H Syarif-Surian

MURATARA – Tambah daya gedor, mantan anggota DPRD Jawa Timur, Jalaludi Arham ikut menjadi Juru kampanye Paslon No3 H Syarif-Surian, di desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Dia menegaskan, setiap orang boleh bercita cita ingin menjadi Bupati atau kepala daerah, tapi jangan sekali kali membohongi masyarakat.

Pelaksanaan kampanye dialogis Paslon No3 H Syarif-Surian, Senin (30/11) sekitar pukul 15.00 WIB, semakin kencang. Tidak hanya politisi lokal yang turun tangan, namun politisi dari jawa timur juga ikut turun gunung untuk memenangkan pasangan H Syarif-Surian.

Dengan awal pembukaan salam dan membacakan beberapa ayat Al Quran, Jalaludin Arham mengungkapkan, jangan sembarangan menyebut ayat Al Quran. Dia mengaku sempat memprotes salah satu aksi Paslon dalam debat kedua yang salah mengutip kitab suci sehingga jauh dari penafsiran

“Saya dukung H Syarif Hidayat bukan tanpa alasan, banyak yang datang kerumah saya di Surabaya. Karena mengantar santri dari Muratara untuk belajar ke pondok pesantren agar menjadi tahfiz Quran. Saya cari tahu ini programnya siapa, ternyata program H Syarif Hidayat yang mengalokasikan dana Pemerintah Daerah, untuk berjuang di jalan alllah,” katanya.

Dia melanjutkan, sudah berpengalaman lima tahun di bagian penganggaran DPRD Sidoharjo, dan di DPRD Provinsi Jatim, jadi sangat tahu persis mengenai kemampuan finansial daerah dalam menjalankan program pembangunan.

“Ambisi jadi Bupati boleh, tapi rakyat jangan di bohongi. Kirim santri tahfiz Quran, beasiswa pelajar, bantuan pelajar SD, SMP dan lansia Rp500 ribu/tahun itu masuk akal dan rasional. Tapi kalau ada yang bilang bisa bantu Rp500 ribu/bulan itu bohong,” tegasnya.

Dia menegaskan, dalam sistem Pemerintahan kepala daerah menjadi pemimpin, namun tetap dalam pengawasan. Jika program pembangunan fisik dan SDM tidak seimbang, otomatis DPRD yang akan mengevaluasi dan protes.

“Sah-sah saja cita cita pengen jadi Bupati, tapi sekali lagi jangan bohongi rakyat.  Ada lagi yang bilang mau bangun Puskesmas di tiap desa, ini lebih jauh lagi tidak masuk akal,” tegasnya.

Dia menilai, program visi dan misi yng di bawa H Syarif Hidayat lebih rasional dan audah dilaksanakan. Politisi partai Demokrat ini meminta masarakat Muratara, agar mrmilih pemimpin yang benar benar memperhatikan kepentingan masyarakat. “jangan sampai memilih pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadi. Boleh kita mengkritik visi misi orang lain itu dijamin UU, tapi bukan menghujat,” tutupnya.

Sementara itu, ketua tim koalisi Paslon No3 sekaligus ketua DPRD Muratara, Efriyansyah mengungkapkan, kinerja H Syarif Hidayat sudah terbukti dan nyata bukan sekedar janji dan angan angan. Pihaknya meminta masyarakat memilih visi dan misi yang rasional, sehingga tidak tertipu dalam memilih pemimpin.

Ada 8 program yang sangat rasional, bantuan Rp500 ribu/tqhun ubtuk anak SD, sMP, dn Lansia. Kalau tiap bulan APBd kita tidak mampu, kalau dibayar semua kapan kita mau embgun. Kita harus memilih program yang msuk akal.

“Ada 11 partai yang mengusung H Syarif-Surian, dan 8 program misi dan visi yang dilaksanakan. Sebagian program itu sudah dilaksanakan dan tinggal kita lanjutkan,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, jika Paslon lain masih berjanji dan berangan angan menjalankan program. Namun Paslon H Syarif-Surian sudah melaksanakan,” ini nyata dan sudah terbukti, kita tinggal melanjutkan kita dukung orang yang membawa kita,kalau untuk kepentingan pribadi jangan ikut. Kalau untuk krpentingan masyarakat itu yang kita pilih,” tutupnya.

Sementara itu, H Syarif Hidayat mengungkapkan, saat ini sudah banyak program pembangunan yang sudah dan bakal dia laksanakan. Bahkan di 2021, masih ada beberapa program yang terus dilanjutkan.

“Jalan setapak kita bangun, janji harus dibuktikan, jalan multifungsi ada 10 jerambah biso nyebrang pakai mobil, target saya 3 tahun selesai. Tahun ini baru Desa noman batu gajah, yang akan di bangun,” ucapnya.

Dia juga menginformasikan, jika sudah ada pembangunan jalan lintas Sumatera yangd dilakukan Provinsi Sumsel. H Syarif Hidayat menegaskan, dia secara langsung mengusulkan pembangunan Jalan lintas lama itu ke Gubernur agar tetap diperhatikan sehingga di 2019-2020 sudah mulai dikerjakan.

“Nanti kita akan kerjasama dengan Muba, Dodi Reza sudah berjanji akan bantu petani karet Muratara. Kita akan bangun pabrik karet aspal bersama Muba supaya petani kita sejahterah,” tegasnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya