oleh

Mantan Kades Dihukum Mati

SUMEKS.CO-Lahat – Pengadilan Negeri (PN) Lahat memberika putusan hukuman mati kepada terdakwa Adnan (33). Warga asal Desa Pante Pirak, Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam itu, terbukti melanggar 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, atas kepemilikan sabu-sabu seberat 15,876 kilogram dan 12 butir ekstasi. Vonis mati ini lebih tinggi dari tuntutan JPU, yang menuntut hukuman seumur hidup terhadap terdakwa.

“Memutuskan hukum mati terhadap terdakwa,” demikian poin putus majelis hakim diketahui, Yoga Dwi Nugroho SH MH, dengan anggota Verdian Martin SH, Saiful Brow SH, dalam sidang secara online di Pengadilan Negeri Lahat, Rabu (1/4). Terdakwa diberikan waktu tujuh hari kedepan untuk melakukan upaya hukum atas putusan tersebut. Dalam pembacaan putusan, hanya dihadiri kuasa hukum terdakwa. Sedangkan JPU, M Ihsan berada di Empat Lawang.

Adnan berhasil dibekuk anggota Satlantas Polres Empat Lawang, yang menggelar razia depan Pos Lantas Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, Selasa (20/8/2019), sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Adnan yang merupakan mantan kades di Aceh ini mengemudikan mini bus Toyota Avanza nopol BL 1493 AB. Saat dihentikan petugas, Adnan yang melaju dari Aceh dengan tujuan Palembang, terlihat gugup.

Sehingga petugas melakukan pemeriksaan dalam mobil. Alhasil, satu tas ditemukan dalam mobil. Awalnya, Adnan mengaku isi tas itu hanya baru. Namun, saat dibongkar berisi sabu-sabu dengan kemasan teh. Namun, Adnan masih mengelak barang tersebut bukan miliknya, melainkan milik temannya Ndo (DPO). Ia menjelaskan kenal dengan Ndo (DPO) dari Aceh di tempat warung dan di ajak ke Palembang, saat di ajak saya di jemput dengan tujuan ke Palembang.

Kemudian di SPBU Muratara Ndo(DPO) turun dan mengimingi uang sepuluh juta untuk melanjutkan perjalanannya sampai di Palembang. (Gti)

Komentar

Berita Lainnya