oleh

Mantan Kadinsos ini Akui Terima Uang

PALEMBANG – Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pagaralam H Sukman yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi fee proyek pembangunan pagar makam anggaran APBD tahun 2017, dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang mengakui telah menerima sejumlah uang untuk keperluan pribadi dari 43 paket dengan nilai proyek hampir Rp7 miliar.

Melalui sidang telekonferensi, Rabu (18/11) di hadapan majelis hakim diketuai Adi Prasetya SH MH dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. Saat dicecar berbagai pertanyaan oleh hakim ketua, mulanya terdakwa Sukman terkesan menutupi bahwa aliran dana fee proyek yang diterima digunakan untuk keperluan kantor dinas.

“Saya akui seingat saya dua kali saya menerima sejumlah uang dari Dolly Hyrven sebagai uang ucapan terima kasih telah menandatangani kontrak kerja proyek selaku kepala dinas, seingat saya pada bulan April Rp40 juta dan akhir Desember Rp60 juta,” ungkap Kusman.

Saat ditanya hakim terhadap uang yang diberikan itu digunakan untuk apa, terdakwa terkesan berbelit-belit dan menjawab uang itu digunakan untuk operasional kantor Kadinsos. Namun saat didesak operasional seperti apa, terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit.

“Saudara saya ingatkan, anda selaku pejabat waktu dilantik di bawah sumpah dan menandatangani pakta integritas tidak akan menerima sesuatu dalam bentuk apapun, jadi tolong jangan mempersulit kami,” kata Hakim Adi.

Mendengar itu, barulah terdakwa H Sukman mengakui bahwa operasional yang dimaksud itu digunakan untuk operasional pribadi.

“Ya pak saya gunakan untuk operasional pribadi saya, namun sudah saya kembalikan seluruhnya Rp150 juta ke pihak penyidik. Itu saya lebihkan karena takut saya lupa nilai pasti yang saya terima mungkin lebih dari Rp100 juta,” jelas Kusman.

Di ruang sidang yang sama secara telekonferensi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pagaralam Willy Pramudya SH MH juga turut menghadirkan terdakwa lainnya yakni Staf Administrasi Umum Dinas Sosial Pagaralam selaku PPTK proyek Pagar Makam yakni Dolly Hyrven.

Dalam keterangannya dihadapan hakim, bahwa pengajuan nilai anggaran proyek APBD mulanya hanya Rp2,2 miliar namun saat APBD perubahan nilai proyek pembangunan pagar makam itu berubah menjadi hampir Rp7 miliar tepatnya Rp6,9 miliar lebih.

“Dari jumlah anggaran proyek itu, masing-masing kontraktor memberikan fee kepada sebesar 8 persen, termasuk diberikan kepada Kadinsos pak,”  aku terdakwa Dolly.

Setelah mendengarkan keterangan para terdakwa, majelis hakim kembali akan melanjutkan sidang pada Rabu pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya