oleh

Mantan Karyawan PT BA Divonis Bebas

-Sumsel-95 views

MUARA ENIM – Mantan karyawan PT BA Tbk Tanjung Enim, Imron Yahidal, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, akhirnya dapat menghirup udara bebas. Terdakwa kasus pemerasan terhadap korban Azis Koswara (karyawan PT BA Tbk Tanjung Enim) ini,  divonis bebas oleh majelis hakim dalam sidang lanjutan di  Pengadilan Negeri Muara Enim, Senin (7/10).

Majelis hakim dipimpin Elvin Andrian SH MH dan hakim anggota Herianto Das’aat SH MH, Hartati SH MH dalam amar putusannya mengatakan terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan dalam pasal  368 ayat 1 KUH Pidana.

Dengan putusan vonis bebas tersebut, maka tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ariansyah SH MH, yang mengajukan tuntutan kepada terdakwa selama 4 tahun penjara pada sidang sebelumnya kandaslah sudah.

Atas putusan itu, Gunawan Afriadi SH MH (Penasehat Hukum) terdakwa mengaku lega atas putusan yang ditetapkan majelis hakim. “Kami menilai putusan majelis hakim sudah tepat dan benar-benar adil,” jelas Gunawan usai persidangan.

Menurutnya,  tuntutan JPU  4 tahun terdakwa melanggar pasal 368 ayat 1 KUH Pidana  pengancaman dan pemerasan. Namun lanjutnya, pada pembelaan yang disampaikannya bahwa  terdakwa tidak terbukti melakukan pemerasan dan pengancaman.

“Karena terdakwa memang tidak pernah melakukan pengancaman kepada saksi korban,” tegasnya. Maka lanjutnya hakim pada putusannya bahwa pasal 368 ayat 1 KUH Pidana yang didakwakan tidak terbukti.

Karena terdakwa tidak pernah melakukan pengancaman berdasarkan bukti bukti yang terungkap pada dipersidangan. Memang, lanjutnya,  dakwaan kedua pasal 369 KUH Pidana pengancaman dengan pencemaran nama baik, terbukti pada persidangan tersebut. Akan tetapi pasal  369 KUH Pidana merupakan delik aduan.

Sesuai  pasal 74 KUHAP mengatakan apabila delik aduan 6 bulan melapor setelah diketahui kejadian itu maka dinyatakan kadaluarsa. Artinya lanjutnya pasal 368 juga tak terbukti karena pasal 369 yang didakwakan. “Dengan kata lain perbuatannya ada tetapi tidak dapat dipidana,” tegasnya.

Dia juga mengaku yakin, bahwa sejak awal digelar sidang perkara tersebut, bahwa terdakwa akan divonis bebas. Karena terdakwa yang menjadi korban tetapi terdakwa malah dihukum.

Sementara itu, Bahren SH, kuasa hukum korban, mengaku kecewa atas putusan majelis hakim dengan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa. Karena JPU telah mengajukan tuntutan hukuman 4 tahun penjara.

         “Kita berupaya kepada JPU untuk melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan vonis bebas tersebut. Karena putusan tersebut berbanding terbalik sangat drastis dari tuntutan yang diajukan JPU,” tegasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya