oleh

Mantan Pimcab BNI ini Minta Hukuman Ringan

PALEMBANG – Erry Azhari (53), mantan Pimpinan Cabang Bank BNI Lubuklinggau perkara dugaan pencairan kredit modal kerja(KMK) senilai Rp1,2 miliar, Senin (7/9) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim PN Palembang.

Hal itu disampaikan oleh terdakwa melalui penasihat hukumnya Romaita SH dalam pledoi secara tertulis dihadapan majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH dalam sidang virtual.

“Bahwa berdasarkan fakta-fakta dipersidangan, terdakwa tidak menikmati uang sebesar Rp1,250 miliar itu seperti yang disangkakan terhadap terdakwa,” bela Romaita dalam pledoinya.

Oleh karena itu menurutnya tidak sependapat dengan kualifikasi pasal yang dibuktikan oleh JPU yang dalam tuntutannya terbukti pada pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1),(2) UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi yang menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama 8 tahun.

“Selain itu, ketiga kalinya terdakwa sudah dipersidangkan dalam kasus korupsi lainnya di BNI Lubuklinggau, artinya sistem pemberian pidana terhadap terdakwa tidak boleh melebihi dari maksimum terberat hukuman pidana penjara,” tambah Romaita.

Terdakwa melalui penasihat hukumnya meminta agar majelis hakim dapat mempertimbangkan putusan (vonis) yang seadil-adilnya dan hukuman yang seringan-ringannya.

Atas pledoi itu, majelis hakim memberikan waktu kepada JPU untuk memberikan waktu satu minggu ke depan untuk menjawab atas pledoi yang diajukan (replik). (fdl)

Komentar

Berita Lainnya