oleh

Mantap! Tiga Mahasiswa Unsri Juara BITEC 2020 di Bangkok Thailand

SUMEKS.CO – Tiga mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mengharumkan nama  lembaganya dalam sebuah ajang bergensi  yang bertajuk  Internasional Thailand Inventor’s Day 2020 pada 2-6 Februari 2020 lalu .

Kegiatan yang diselenggarakan National Research Council of Thailand di Bangkok International Trade dan  Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand, dengan mengusung tema “2020 Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2020)”.

Ketiga mahasiswa tersebut Indah  Rosita  mahasiswa semester VIII jurusan Ilmu komputer,  M. Edu Agritama jugsa sementer VIII jurusan Ilmu Komputer dan Raden Kuning Sulinda Pratama , mahasiswa sementer VI jurusan Ekonomi Pembangunan .

“Alhamdulilah, kami bertiga berhasil menjadi juaranya dengan  meraih medali emas pada National Research Council of Thailand di Bangkok International Trade dan  Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand,’’ kata Tama panggilan Raden Kuning Sulinda Pratama ketika ditemui di Fakultaskan, Rabu (11/2).

Diakui Tama, meski lawan peserta cukup berat dari berbagai negara Asean, seperti Singapur, Malaysia, Brunai dan lainnya, namun karena mencoba untuk optimis dan hasil penelitian  merasa benar dan baik, sehingga kekhawatiran bakal kalah bisa dilaluinya, ketika tim juri memberikan penilaian.

“Tim kelompok kami sendiri disebut Sriwijaya University Team,  dengan membawa karya JEKSA (Ojek Sampah) Application to Pick Up and Recycle Waste,’’kata Tama.

Dimana JEKSA tersebut,  sebuah karya inovasi untuk menanggulangi permasalahan sampah dengan cara yang kreatif dan bisa menghasilkan.

Awal munculnya ide inovasi ini, karena dari latar belakang Indonesia penyumbang sampah terbesar kedua di dunia.  “Nah ini perlu dilakukan langkah, bagaiaman caranya agar orang tidak malas, jelas ini terkait masalah Mindset, Lalu kami mencoba mendaur ulangnya menjadi energi alternatif,”kata Tama.

Contoh kecil saja masalah sampah ketika  usai berlangsungnya wisuda Unsri, dipastikan  banyak sekali sampah yang berserakan.

“Dari permasalahan itulah, akhirnya kami bertiga muncul ide untuk menanggulangi masalah sampah, dengan sentuhan  inovasi  teknologi, dan Alhamdulilan  ide dan kreasi kami disuport oleh pihak rektorat Unsri, sehingga perlombaan demi perlombaan yang diawali di tingkat nasional, lalu ikut di Singapur , hingga di Bangkok Thialand mampu menyisihkan lawan sesama perguruan tinggi,’’ujarnya.

Kedepan kata Tama, Inovasi JEKSA ini dapat di implemtasikan dalam kehidupan sehari-hari,

“Memang kalau harus di implemtasikan perlu investasi sebesar Rp 70 jutaan, untuk membeli sarana dan prasarannya, seperti sepeda motor, gerobak, petugas dan gudang. Bila ini bisa diterapkan modal bisa kembali dalam kurun waktu 9  bulan,’’tukasnya (sid)

 

Komentar

Berita Lainnya