oleh

Manusia Faktor Utama Penyebab Karhutla

-Nasional-170 views

JAKARTA – Manusia diindikasikan sebagai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Bahkan dalam persentase yang disebut Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), faktor manusia sebanyak 99 % dan 1% hanya dikarenakan faktor alam.

“Antara lain, tidak sengaja karena buang putung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar. Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja” kata Kepala BNPB Doni Monardo.

Faktor perekonomian masyarakat pun juga menjadi pemicu untuk memanfaatkan lahan yang subur dalam meningkatkan komoditas ekonomi rakyat.

Lahan yang dimanfaatkan itu dapat digunkan untuk menanam komoditas seperti kopi, lada, dan sebagainya, sehingga terbuka lapangan kerja untuk masyarakat.

“Contohnya pasar lada setiap tahunnya sampai dengan 16 miliar USD,” katanya.

Upaya pencegahan dan mitigasi akan lebih baik dan efektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Tahun 2015, kerugian ekonomi Indonesia mencapai 221 triliun atau 2x lipat akibat kerugian ekonomi di bencana tsunami di Aceh.

Bahkan korban akibat bencana jumlahnya melampui korban perang, selama 18 tahun (2000-2018) mencapai 1.220.701 orang yang meninggal.

Deputi dari Badan Restorasi Gambut (BRG) Haris Gunawan mengatakan soal gambut tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita, bekerjasama dengan BPPT mengembangkan inovasi pemantauan gambut secara realtime dengan menggunakan android.

“Perlu adanya air untuk menyeimbangkan ekosistem, restorasi gambut, pelibatan masyarakat, dan peringatan dini terhadap kebakaran lahan gambut. Harus jelas kepemilikan lahan untuk memudahkan pemadaman, dan sejahterahkan rakyat.” Katanya.

Diketahui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan saat ini tidak ada lagi pembukaan lahan baru, apalagi yang berlahan gambut.

HTI juga ditinjau kembali agar tidak ada lagi yang lahan HTI yang berlahan gambut. Bengkalis di tahun 2019 agak tinggi potensi Karhutla dibandingkan tahun sebelumnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya