oleh

Maraknya Manusia Silver di Bawah Umur

SUMEKS.CO – maraknya anak di bawah umur mengemis dengan modus kreatifitas, biasa di sebut Manusia Silver, seolah berpantomin di setiap sudut persimpangan jalan kota Palembang, Jum’at (11/9).

Pake cat sablon buat ngewarnain badan yang dicampur minyak tanah atau minyak goreng. Kalo minyak tanah warnanya jadi terang, tapi pake minyak goreng hasilnya cenderung gelap. Ini saya pake minyak tanah yang terus dilumurin di badan tiap mau jadi Manusia Silver”, ungkap adi manusia Silver cilik di simpang lampu merah Jakabaring.

Rasio antara cat dan minyak tanah atau minyak goreng yang digunakan untuk jadi Manusia Silver sekitar 50 persen. Ikhwan menggambarkan perbandingan cat dan minyak dengan celah antara jempol dan jari telunjuk. Untuk memberi gambaran minyak tanah atau minyak goreng yang digunakan, Ikhwan membuka lebar celah antara dua jari tersebut. Celah tersebut berkurang separuh saat menggambarkan keperluan cat untuk menjadi Manusia Silver, kata Ikhwan Manusia Silver teman adi.

Disimpang lampu merah Jakabaring ini, setiap sore, sekitar 10 Manusia Silver cilik  yang mangkal di setiap ruas jalan tersebut.

Manusia Silver cilik ini kemungkinan ada oknum yang mengakomodir mereka, lemahnya perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang melatar belakangi fenomena ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Heri Aprian mengaku gerah dengan banyaknya pengemis ini di sejumlah titik kota. Khususnya di beberapa persimpangan strategis yang mengganggu pemandangan.

Dijelaskan oleh Heri, jika para pengemis ini nantinya bisa disanksi tindak pidana ringan dengan kurungan tiga bulan dan denda Rp50 juta. “Pemberi dan peminta akan kita sanksi semua,”jelasnya.

Dari laporan yang diterimanya, Heri mengakui jika para pengemis ini tidak semua berasal dari Palembang. Sebagian ada yang datang dari Banyuasin dan ada pula yang berasal dari Ogan Ilir. (att/dey)

 

Komentar

Berita Lainnya