oleh

Marak Penemuan Benda Sejarah, Pemuda Pantai Timur Desak Presiden Buka Moratorium

PALEMBANG – Kawasan pesisir timur Sumatera dikenal sebagai kawasan gambut terbesar di Indonesia, hampir tiap tahun memasuki musim kemarau panjang. Kebakaran lahan dan hutan tak bisa dihindari, tak pelak membuat wilayah ini jadi penyumbang asap di kawasan sumatera bagian timur dan selatan.

Namun akhir-akhir ini ada yang berbeda dari lokasi kebakaran lahan gambut tersebut, warga berbondong bondong mendatangi lokasi untuk mencari benda benda bersejarah, konon benda tersebut merupakan barang berharga bekas peninggalan kerajaan zaman sriwijaya.

Melihat fenomena ini, menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk ahli arkeologi dan pemerintah, serta tokoh-tokoh sejarah dan tokoh pemuda daerah. Salah satu tokoh muda Pantai Timur, Patriot Muslim justru menjadikan penemuan ini sebagai pemacu dan pemicu bagi kemajuan daerah yang menurutnya selama ini jauh tertinggal dari daerah lain.

“Ini momentum, saya kira jelas kenapa kami Masyarakat inginkan Pemekaran Kabupaten, jika nantinya fakta sejarah mengatakan ada jejak kerajaan Sriwijaya artinya Pantai Timur itu dahulunya merupakan gerbang ekonomi bagi Masyarakat  kala itu karena merupakan tempat pertama berlabuhnya kapal-kapal besar yang masuk negeri ini ” jelas Patriot, Senin (7/10).

Ditambahkan alumni Universitas Sriwijaya ini, pemekaran Pantai Timur juga bisa menjadi solusi antisipasi kebakaran hutan dan lahan kedepan, ia juga meminta Presiden Jokowi segera membuka moratorium pemekaran.

“Kebakaran lahan terus terjadi, OKI ini terlalu luas, kami meminta Presiden Jokowi segerah buka moratorium sehingga pembahasan pemakaran dapat dilanjutkan DPR” ulasnya.

Ia berharap Pemerintah pusat lebih memperhatikan daerah terpencil untuk pemerataan pembangunan.

“Bayangkan puluhan tahun daerah ini tidak tersentuh pembangunan, padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya pulau maspari yang merupakan satu satunya pantai yang ada di Sumatera Selatan” tutup Patriot. (aja)

Komentar

Berita Lainnya