oleh

Masa Pandemi, Luhut: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Ketiga di Asia

SUMEKS.CO- Pada Kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya Covid-19, padahal proyeksi untuk periode tersebut sebelumnya adalah 4,4 persen.

Dampak wabah tersebut begitu besar, padahal baru terjadi pada Maret kemarin. Apalagi, dampak pada kuartal II, di mana Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sendiri memproyeksikan di periode tersebut pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi sebesar -0,69 persen.

Maka dari itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memacu beberapa sektor industri. Salah satunya industri makanan dan minuman.

“Dari hasil 2,97 persen itu, ada beberapa sektor yang berpengaruh seperti industri makanan, kemudian menyangkut masalah perikanan, pariwisata, pertanian, perindustrian seperti garmen dan tekstil, itu yang harus dipacu,” terangnya ketika Bincang Khusus bersama Radio Republik Indonesia.

Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan pada triwulan I ini terjadi atas kontribusi sektor-sektor tersebut. Maka dari itu, diperlukan adanya keseriusan agar pertumbuhan ekonomi tidak anjlok.

“Itu yang membuat 2,97 persen, kalau ini bisa diperbaiki dalam kuartal ini, saya kira kita tidak perlu khawatir, mungkin sekitar 2 persen di kuartal dua ini,” ujarnya.

Kemudian, jika berdasarkan survei dari institusi ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi tertinggi ketiga di Asia, di masa pandemi ini. Indonesia masih di kategorikan di 3 ekonomi Asia yang masih tumbuh, Indonesia 0,5 persen, India 1 koma sekian persen dan Tiongkok 2 sekian persen.

“Kita masih dalam posisi yang cukup bagus, tapi kita tidak harus gembira, kalau tidak menangani Covid-19 ini dan perekonomian secara berimbang itu akan berbahaya,” ucap Luhut.(jp/jpnn/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya