oleh

Masa Pandemi, Peziarah Hanya 20 Persen

PALEMBANG – Berakhir sudah perayaan Cheng Beng 2021 yang sudah digelar sejak sebulan terakhir. Bahkan, Minggu (18/4) siang, puluhan pengurus dan perwakilan masyarakat melaksanakan sembahyang Che Thong yang menjadi simbol dan pemberitahuan pada Dewa, bahwasanNya pelaksanaannya sudah berakhir.

Selama pelaksanaan, ribuan warga Tionghoa yang berasal dari Palembang dan sekitarnya serta dari manca negara hadir dan juga turut memberikan doa kepada leluhur serta kerabat yang telah terlebih dulu pergi.

“Sesuai dengan tradisi Cheng Bheng yang sudah ada sejak ribuan tahun itu, semua keluarga dan kerabat juga akan berziarah ke makam leluhur ataupun juga ke kerabat yang sudah lebih dulu meninggal. Selain mendoakan leluhur tadi, tidak jarang peziarah ini juga ikut membawa persembahan dan sesaji yang nantinya ditujukan untuk arwah para leluhur dan kerabatnya tadi,” ujar Ketua Panitia Cheng Bheng 2021, Chandra Husin dibincangi di TPA Talang Kerikil.

Oleh karena itu, setelah 10-15 hari dari pelaksanaan Cheng Beng ini, pengurus dan panitia akan menggelar upacara atau sembahyang Che Tong atau ritual penutupan yang akan dipimpin suhu.

Bahkan dalam sembahyang tersebut, juga akan dilakukan perabuan barang persembahan dari umat tadi. Tidak itu saja, nantinya juga akan disedekahkan makanan dan minuman bagi arwah yang tidak memiliki kerabat tersebut.

“Cheng Bheng dilaksanakan pada 10 hari sebelum puncak perayaan Cheng Neng dan juga 10 hari setelahnya. Tapi pada hari ke 10-15 kalender Imlek, kita panitia menutup Cheng Bheng dengan menggelar sembahyang. Tujuannya ini tidak lain, untuk mengucapkan terima kasih atau berkah dari Dewa yang saat Cheng Bheng digelar turut hadir serta memberikan informasi bahwasannya kita telah menyelesaikan tugas panitia tadi. Untuk itu, kita juga tidaklah lagi bertanggungjawab atas kegiatan di sekitar pemakaman,” ungkapnya.

Komentar

Berita Lainnya