oleh

Masa Tenang, Kampanye Medsos di-Takedown

JAKARTA – Usai masa kampnye, tahapan pemilu mulai memasuki masa tenang sejak Minggu (14/2) hingga hari pemilihan pada Rabu (17/4).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memperingatkan selama masa tenang tidak boleh ada kegiatan kampanye dalam bentuk apapun.

“Maka ketika masuk masa tenang, tidak ada kegiatan namanya kampanye dalam bentuk apapun. Dan itu bisa larangan dan masuk kategori sanksi pidana pemilu berupa kampanye di luar jadwal,” ujar Anggota Bawaslu Fritza Edwar Siregar Sabtu (13/4) di Jakarta.

Termasuk di platform media sosial juga dilarang. Namun untuk postingan lama menurutnya tidak masalah. Batasannya kan kalau itu sudah lama di-upload kan gak masalah.

Jangan ada post baru ada di-repost dari yang sudah lama. Dan secara masif disebarkan,” katanya. Jika ada peserta pemilu yang melakukannya, maka ia dapat dikenakan sanksi pidana.

Ia menambahkan yang diawasi adalah konten yang melanggar pasal 280 ataupun melakukan hoaks.

Tapi ada hal kedua yang namanya behavior, ini adalah memposting sesuatu yang secara berlebihan, itu kan bagian dari buzzer.

“Platformnya bisa melihat itu sebenarnya, misalnya Ada satu akun, akun Fritz namanya, sebelumnya akun Fritz diam-diam saja, tapi kok tiba-tiba pas masa tenang dia ramai menguntungkan atau merugikan peserta pemilu.

Kan bisa langsung terdeteksi bahwa ada sebuah kegiatan untuk menyebarkan pesannya kepada orang lain. Itu bagian yang harus bisa menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sementara Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan terkait media sosial jika percakapan yang sifatnya privat itu tidak dilarang.

Namun jika postingan dalam bentuk public maka harus di takedown.

“Pertama kita imbau masyarakat, kita juga punya mesin utk membaca itu. Kalau ada yang nakal kita kasih tahu hei ini di takedown, kalau dia berkali-kali, ya kita suspend akunnya,” katanya.

Untuk platform media sosial Kominfo sudah menghubungi sembilan medsos termasuk Google, Twitter, Facebook, Line, Bigo, youtube, dan sejenisnya.

“Sekarang yang menarik itu ada di bigo, itu kan platform live streaming video, tiba-tiba dia bisa streaming kampanye kan bisa juga. Jadi mereka juga akan membatasi itu. Di masa kampanye live streamingnya tidak boleh untuk kampanye,” ujarnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya