oleh

Masa Transisi, Korban Tsunami Dibangun Huntara

JAKARTA – Pascatsunami yang menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda, tercatat korban mencapai 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan darurat masih dilakukan. Dan kondisi terakhir sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya. “Mereka adalah pengungsi yang rumahnya tidak rusak,” ungkap Kepala Pusat Penerangan BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada 4/1/2019 maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6/1/2019 hingga 6/3/2019. Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara (huntara).

Huntara dibangun untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan. Huntara diperlukan untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman. Diperlukan waktu selama 2 bulan untuk membangun huntara sebelum dilakukan pembangunan hunian tetap yang waktunya lebih panjang. Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara. Pengerjaan fisik huntara akan dilakukan oleh TNI.

“Untuk perbaikan rumah rusak ringan Pemda Pandeglang dan Banten akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sedangkan untuk perbaikan rumah rusak berat dan rusak sedang akan diusulkan melalui hibah rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB,” tambahnya. (ran)

Komentar

Berita Lainnya